SuperDann juga tampil tangguh dengan X. Borg, mencatat damage taken 132.868.

Namun secara kolektif, RRQ kesulitan menjaga koordinasi di bawah tekanan.

Tekanan objektif masif dari TLID membuat RRQ tidak memiliki ruang gerak untuk serangan balik.

Masalah Komunikasi Jadi PR Pelatih Khezcute

Pelatih RRQ, Khezcute, mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menyoroti masalah komunikasi dan koordinasi antar pemain saat pertandingan.

Khezcute juga menyebut perbedaan performa saat latihan dibanding pertandingan resmi. Hal ini menjadi faktor psikologis yang memengaruhi hasil akhir.

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi skuat Sang Raja. Mereka dituntut segera menemukan solusi agar bisa bersaing di papan atas.

Sikap Rendah Hati Kubu TLID

Meski meraih kemenangan dominan, pemain TLID tetap rendah hati. Mereka memberikan apresiasi kepada seluruh tim dan puas dengan progres performa.

Keberhasilan TLID tidak lepas dari kontribusi individu:

  • Aran menjadi mesin damage utama dengan 276.031 damage menggunakan Roger.
  • Lyoni berperan sebagai tembok pertahanan dengan Gloo, mencatat damage taken 186.444.
  • Drchel memiliki partisipasi team fight tertinggi 82%.

Kemenangan ini memperkuat posisi TLID sebagai kandidat juara terkuat musim ini. Konsistensi dan kekompakan mereka menjadi modal berharga.

>>> Tiket Gratis Ancol 8-19 Juni 2026: Syarat dan Cara Pesan

Di sisi lain, RRQ Hoshi harus segera bangkit dan evaluasi menyeluruh. Jika tidak berbenah, peluang mereka ke babak selanjutnya bisa terancam.