Pasar keuangan Indonesia mengalami guncangan hebat pada perdagangan Rabu pagi, 3 Juni 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot tajam hingga 3,03 persen ke posisi 6.008,69.

>>> Ayah Vidi Aldiano Ungkap Ribuan Doa Masih Mengalir Tiap Hari Lewat Tagar Viral, Netizen Terharu

Sentimen negatif mendominasi dengan 633 saham yang melemah. Hanya 93 saham yang berhasil menguat dan 233 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan sangat masif dengan total frekuensi transaksi mencapai 1,075 juta kali. Nilai transaksi tercatat Rp8,80 triliun dari volume perdagangan 12,77 miliar lembar saham.

IHSG sempat memulai hari dengan tren positif setelah menguat 11,67 poin ke level 6.207.

Namun, euforia tersebut hanya bertahan singkat sebelum indeks berbalik arah ke zona merah.

Analisis Sentimen Ekonomi dan Tekanan Pasar

Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh faktor ekonomi domestik dan kondisi geopolitik global. Salah satu indikator penting adalah data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia bulan Mei 2026.

S&P Global mencatat PMI di level 50,0, membaik dari posisi April sebesar 49,1. Meskipun permintaan domestik mulai pulih, sektor ekspor Indonesia masih menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Gangguan perdagangan akibat konflik di Timur Tengah menyebabkan pesanan dari luar negeri merosot ke titik terdalam sejak Agustus 2021.

Faktor eksternal ini menjadi beban berat bagi prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

>>> Cuitan Kunto Aji 'Jangan Senang Dulu' Viral, Diduga Sindir Pencopotan Kepala BGN

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi terbaru: Neraca Perdagangan surplus US$ 90 juta pada April 2026, menyusut drastis dari bulan sebelumnya.

Inflasi Mei 2026 mencapai 0,28% secara bulanan, dengan kenaikan tahunan 3,08%. Dana perbankan yang belum ditarik dunia usaha mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026.