Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pertama Juni 2026 dengan penguatan.

Pada Selasa (2/6/2026), IHSG ditutup naik 1,11 persen atau 68,05 poin ke level 6.195,43.

>>> Indonesia Impor 2,5 Ton Emas per April 2026, Australia Pemasok Utama

Total nilai transaksi mencapai Rp25,47 triliun dengan volume 31,25 miliar lembar saham. Sebanyak 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham stagnan.

Aksi Jual Bersih Asing

Meski IHSG menghijau, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp1,39 triliun di seluruh pasar.

Di pasar reguler, net sell tercatat Rp1,37 triliun, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai Rp20,41 miliar.

>>> Jadwal Acara Trans TV Kamis, 4 Juni 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop Siberia dan Shark Bait serta Link Nonton

Beberapa emiten besar dari sektor energi, perbankan, hingga ritel menjadi sasaran utama penjualan asing. Hal ini mencerminkan penyesuaian portofolio investor asing di awal bulan.

Daftar 10 Saham Teratas yang Dilego Asing

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp253,67 miliar
  • PT Astra International Tbk. (ASII) Rp228,68 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp156,07 miliar
  • PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp106,87 miliar
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Rp88,86 miliar
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) Rp72,15 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp71,90 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Rp68,65 miliar
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp58,73 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp48,33 miliar

Emiten grup Barito dan bank BUMN mendominasi daftar tersebut. Sektor infrastruktur dan konsumsi juga terkena aksi ambil untung investor asing.

>>> Daftar Rating TV yang Dominasi Tayangan Nasional per Rabu, 3 Mei 2026 di Jam Prime Time

Pergerakan ini menjadi sinyal bagi investor lokal untuk mewaspadai sentimen global. Meski IHSG bangkit, tekanan jual asing perlu dipantau pada hari-hari berikutnya.