Statistik Impor dan Kebutuhan Industri

Nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga April 2026 mencapai USD 86,51 miliar. Angka ini naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor non-migas mendominasi dengan nilai USD 73,58 miliar, naik 12,70 persen. Impor migas tercatat USD 12,93 miliar, meningkat 17,58 persen secara tahunan.

BPS mencatat lonjakan permintaan barang impor untuk mendukung aktivitas ekonomi. Kenaikan terjadi pada barang modal, bahan baku penolong, dan barang konsumsi.

Data kategori barang impor per April 2026:

  • Bahan baku/penolong: USD 61,82 miliar, naik 11,67% sebagai penopang industri manufaktur.
  • Barang modal: USD 17,11 miliar, tumbuh 19,02% mengindikasikan ekspansi investasi.
  • Barang konsumsi: USD 7,58 miliar, tumbuh 15,68% seiring daya beli masyarakat.

Tingginya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan geliat sektor produksi dalam negeri. Pemerintah perlu memantau keseimbangan agar impor tidak menggerus surplus perdagangan.

Negara asal impor non-migas Indonesia masih didominasi China dengan nilai USD 30,79 miliar.

>>> Lirik Lagu Berusaha di Bawah Hujan - Idgitaf, Single Terbaru 2026 yang Viral

Disusul Jepang dan Australia yang masing-masing berkontribusi USD 4,15 miliar dalam rantai pasok nasional.