Nvidia memperkenalkan chip laptop terbaru bernama RTX Spark dalam ajang Computex 2026. Komponen ini dinilai akan mengubah peta persaingan industri PC global.

RTX Spark mengintegrasikan prosesor, GPU, dan memori terpadu dalam satu komponen. Pendekatan superchip ini mirip dengan teknologi chip Silicon milik Apple, namun kini dihadirkan untuk ekosistem laptop Windows.

>>> Alasan Sutradara di Balik Nasib Akhir Zendaya di Euphoria Season 3

Kolaborasi Tiga Perusahaan Besar

Spesifikasi fisik RTX Spark dirancang melalui kolaborasi tiga perusahaan.

Nvidia mendesain komponen grafis dan AI, MediaTek memasok inti prosesor Arm Cortex, dan TSMC memproduksi chip dengan proses 3 nanometer.

Chip ini memiliki nama teknis N1X atau GB10 Grace Blackwell Superchip. Komponen serupa sebelumnya digunakan pada perangkat DGX Spark seharga 4.699 dolar AS.

CPU Arm dengan 20 Inti

Sektor CPU RTX Spark mengandalkan arsitektur Armv9 dengan total 20 inti.

Susunannya mencakup 10 inti Cortex-X925 berkecepatan 4,0 GHz dan 10 inti A725 dengan kecepatan 2,85 GHz.

Inti Cortex-X925 yang digunakan sama dengan prosesor smartphone flagship MediaTek Dimensity 9400.

Keterlibatan MediaTek membuat RTX Spark memiliki basis rancangan serupa chip ponsel, namun dengan performa jauh lebih besar.

Memori Terpadu 128 GB untuk AI Lokal

Nvidia menyematkan 128 GB unified memory pada RTX Spark. Kapasitas ini dirancang untuk menjalankan model AI kelas server dengan parameter besar secara lokal di laptop.

Teknologi interkoneksi NVLink-C2C menjadi kunci sistem ini.

Fitur tersebut menghubungkan CPU dan GPU untuk berbagi akses ke seluruh memori dengan bandwidth dua arah mencapai 600 GB/detik.

Kecepatan NVLink-C2C diklaim lima kali lebih cepat dibandingkan PCIe Gen5 pada laptop konvensional. Arsitektur ini membuat aplikasi, game, dan pemrosesan AI berjalan tanpa hambatan pemisahan memori.