PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Administrasi Medika (AdMedika). Penjualan dilakukan melalui anak usaha TelkomMetra dan MDI.

Seluruh saham dibeli oleh Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. (Fullerton).

>>> 5 Cara Ampuh Atasi Operasional Bisnis yang Berantakan, Terbukti Efektif di 2026

Keputusan ini diambil agar Telkom lebih fokus pada bisnis inti perusahaan.

Fokus pada Empat Pilar Bisnis

Manajemen Telkom menyatakan langkah ini bagian dari transformasi untuk memperkuat fundamental bisnis. Perusahaan kini berkonsentrasi pada empat pilar utama.

Pilar tersebut meliputi infrastruktur digital, layanan konsumen terintegrasi (B2C), layanan TI bisnis (B2B ICT), dan ekspansi layanan internasional.

Penataan portofolio diharapkan membuat Telkom lebih lincah dan kompetitif.

>>> Cara Atur Screen Time Android Terbaru 2026 agar Hidup Seimbang dan Produktif

Detail Transaksi

Aksi korporasi berlangsung pada 2 Juni 2026. Jumlah saham yang dilepas sebanyak 452.330 lembar atau 100% kepemilikan.

Penjual adalah TelkomMetra dan MDI, sedangkan pembeli adalah Fullerton. Transaksi ini juga bertujuan meningkatkan nilai tambah dari aset yang dilepas.

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah tentang penataan anak usaha BUMN. Proses penyederhanaan mengikuti aspirasi PT Danantara Asset Management (DAM).

Dampak Operasional

Telkom memastikan operasional grup tidak terganggu setelah divestasi. Perusahaan tetap berkomitmen menjalankan bisnis utama dengan performa terjaga.

>>> Potensi Pajak Raksasa Teknologi 2026 Belum Maksimal, Ekonomi RI Merugi?

Manajemen menegaskan penjualan saham AdMedika tidak berdampak material pada aspek hukum atau keuangan. Kelangsungan usaha Telkom tetap stabil setelah aksi korporasi ini.