Industri asuransi syariah Indonesia menghadapi tantangan besar pada 2026. Tenggat waktu pemisahan unit usaha syariah (spin-off) harus selesai akhir tahun ini.

Tekanan geopolitik global juga mempengaruhi stabilitas pasar keuangan syariah.

>>> BPS Ungkap Penyebab Mengejutkan Impor Migas April 2026 Melonjak 82 Persen

Penguatan Sumber Daya Insani

Islamic Insurance Society (IIS) merespons dengan memperkuat kualitas sumber daya insani. Lembaga ini menyelenggarakan Wisuda V dan Seminar 2026.

Sebanyak 28 individu resmi bergelar Ahli Asuransi Syariah (FIIS) dan 70 orang menjadi Ajun Ahli Asuransi Syariah (AIIS).

Total hingga saat ini IIS telah mencetak 102 Ahli Asuransi Syariah dan 521 Ajun Ahli Asuransi Syariah.

Seminar yang digelar membahas dampak geopolitik internasional terhadap industri asuransi. Poin penting meliputi ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok, dan peluang teknologi digital.

Juga dibahas adaptasi regulasi lintas negara dan fluktuasi harga energi global.

Relevansi Dinamika Global

Ketua IIS Edi Setiawan menegaskan topik geopolitik sangat krusial. Perlambatan ekonomi dan harga energi berdampak pada industri keuangan domestik.

Ia menekankan pentingnya profesional dengan kompetensi teknis dan integritas kuat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melihat momentum ini sebagai titik balik. Batas akhir spin-off 31 Desember 2026 harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur bisnis.

Kepala Divisi Pengawasan Asuransi dan Reasuransi Syariah OJK Alis Subiyantoro menyatakan persiapan tata kelola dan permodalan wajib. Inovasi produk harus berjalan dengan teknologi terkini.

>>> Aturan Baru Ekspor Melalui DSI Resmi Berlaku, Kontrak Lama Tetap Aman

Pertumbuhan dan Pangsa Pasar

Data lima tahun terakhir menunjukkan kontribusi bruto tumbuh rata-rata 1,48% per tahun (2021-2025). Aset asuransi syariah tumbuh 4,26% per tahun pada periode sama.

Pangsa pasar aset meningkat hingga 5,26% pada Maret 2026.

Namun, pangsa pasar kontribusi menurun dari 7,96% (2025) menjadi 7,57%, lalu 6,25% pada triwulan I 2026.

Dari sisi aset, pangsa pasar naik dari 4,92% (2024) menjadi 5,25% (2025) dan 5,26% (Maret 2026).

OJK berkomitmen mendukung industri ini agar relevan dan meningkatkan inklusi keuangan syariah.

IIS yang telah eksis 23 tahun terus mengembangkan kompetensi SDI.

Sepanjang 2025, IIS menyelenggarakan 15 sesi pelatihan dasar, 5 sesi tingkat Ajun Ahli (56 peserta), dan 2 sesi tingkat Ahli.

Juga tersedia tutorial swakelola dan ujian profesi berkala.

>>> Riot Games Ubah Total Format VCT 2027: Kini Pakai Open Qualifier, Fans Heboh!

Sinergi regulator, asosiasi profesi, dan pelaku usaha diharapkan membawa masa depan asuransi syariah yang lebih cerah.