Melimpahnya makanan di area bawah membuat kera enggan kembali ke hutan atas. Agus mengungkapkan di salah satu desa, populasi kera hampir melampaui jumlah penduduk manusia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berjanji akan menyurati Kementerian Kehutanan untuk penambahan kuota tangkap kera. Penanganan harus hati-hati karena kera tidak boleh dibunuh sesuai aturan perlindungan satwa.

Pemerintah Provinsi akan menambah jumlah pawang ahli untuk menangkap dan mengamankan kera secara manusiawi.

Masalah kera tidak hanya terjadi di Boyolali, tetapi juga di Sukoharjo, Karanganyar, dan daerah lain sekitar Gunung Merbabu.

Ahmad Luthfi menegaskan koordinasi lintas sektoral diperlukan karena cakupan masalah meliputi hampir seluruh Soloraya. Keberadaan kera di pemukiman harus segera ditangani demi keamanan masyarakat dan hasil tani.

Pihak provinsi akan memberikan pengamanan ekstra dengan melibatkan ahli perilaku satwa. Penanganan ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang bagi petani.

Diskusi ini merupakan bagian dari Rembuk Pembangunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Alun-alun Kidul Boyolali.

Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan daerah se-Soloraya untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan.

>>> PP 28/2026 Perketat PPh Final UMKM agar Tak Disalahgunakan Usaha Besar

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi langsung dari bawah. Dengan rembuk ini, diharapkan permasalahan mendasar seperti akses air di Selo dan perizinan wisata bisa segera terselesaikan.