>>> Kementan Ungkap 75% Kebutuhan Susu RI Masih Impor di 2026

Risiko sakit memang wajar dalam pendidikan militer yang keras.

Dewi menyadari bahwa putranya yang berada di infanteri dituntut memiliki ketahanan fisik lebih kuat. Meski khawatir, ia berusaha tidak menunjukkan kesedihan berlebihan di depan anak.

Depe, sapaan akrabnya, mengakui pelatihan infanteri sangat keras dan penuh tantangan. Ia terus menjadi pendukung nomor satu agar Gabriel tegar menghadapi ujian fisik dan mental.

Momen Hangat Saat Libur

Saat libur, Dewi memberikan kenyamanan maksimal dengan membiarkan Gabriel menghabiskan waktu di rumah. Ia juga mempersilakan teman-teman sekolahnya ikut berkumpul di kediaman.

Uniknya, Dewi tidak menyajikan hidangan mewah atau memasak sendiri. Ia memilih cara praktis dengan memesan nasi Padang untuk disantap bersama dalam suasana kekeluargaan.

Keputusan mengumpulkan anak dan teman-temannya di rumah didasari keinginan memastikan keamanan putranya. Ia juga ingin memantau pergaulan dan membangun kedekatan emosional dengan lingkungan pertemanan Gabriel.

Strategi ini terbukti efektif membuat Dewi lebih tenang.

Ia merasa bahagia melihat anak dan teman-temannya bermain di rumah daripada was-was jika mereka bepergian ke tempat tidak diketahui.

>>> Strategi Optimalkan TP Doc 2026: Mitigasi Risiko Pajak Perusahaan

Kehadiran Gabriel di rumah, meski singkat, memberikan energi positif bagi Dewi. Setelah melewati masa rindu selama LDR, bisa melihat sang putra langsung dalam keadaan sehat menjadi kebahagiaan terbesar.