Presiden Prabowo Subianto resmi merombak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026) malam. Kepala BGN beserta dua wakilnya dicopot dari jabatan.

Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kinerja yang telah berlangsung lama. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik perombakan tersebut.

>>> Indonesia Defisit Dagang dengan China, Australia, dan Argentina Sepanjang Januari-April 2026

Empat Poin Evaluasi Utama

Pemerintah menyoroti empat aspek utama dalam evaluasi BGN. Pertama, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP).

Kedua, tata kelola organisasi yang dinilai perlu ditingkatkan. Ketiga, pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keempat, efektivitas program dalam mencapai sasaran. Prasetyo menegaskan bahwa pemantauan terhadap BGN sudah berlangsung hampir satu setengah tahun.

Selama periode tersebut, banyak catatan yang terkumpul. Hal ini menjadi dasar bagi Presiden untuk melakukan pergantian kepemimpinan.

Harapan Perbaikan di BGN

Prasetyo berharap kekurangan yang ada dapat segera diperbaiki. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan ada perubahan signifikan dalam kedisiplinan operasional di lapangan.

>>> Resmi dari Pajak, BGN Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis 2026

Tata kelola organisasi yang baik menjadi kunci agar program MBG berjalan efektif. Kualitas makanan yang disalurkan juga harus dijaga secara konsisten.

Prasetyo tidak merinci detail pelanggaran yang terjadi. Ia hanya menyebut garis besar alasan pencopotan.

Pejabat Baru BGN

Pemerintah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Ia menggantikan Dadan Hindayana.

Posisi Wakil Kepala I kini dijabat oleh Agustina Arumsari. Wakil Kepala II diisi oleh Mayjen TNI Trenggono.

>>> Status BLT Kesra 2026: Belum Ada Kepastian, Bansos Reguler Tetap Cair

Mereka menggantikan Lodewik Kusung dan Soni Sanjaya. Pergantian ini diharapkan memberikan energi baru bagi BGN.