Produsen otomotif asal Tiongkok, Xpeng, memberikan sinyal kurang menggembirakan terkait proyeksi pendapatan mereka pada kuartal kedua tahun 2026.

Perusahaan memprediksi angka pendapatan kali ini akan berada di bawah ekspektasi pasar akibat dinamika industri yang menantang.

>>> 10 Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia, Rekor Eks Bomber Liga Indonesia Mengejutkan

Situasi ini mencerminkan tren penurunan minat konsumen serta persaingan harga yang kian sengit di pasar kendaraan listrik (EV) domestik China.

Hingga April lalu, angka penjualan mobil di negara tersebut dilaporkan terus merosot selama tujuh bulan berturut-turut.

Tantangan Pasar Mobil Listrik China

Estimasi industri menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan untuk kategori mobil listrik murni maupun kendaraan plug-in hybrid (PHEV) sepanjang tahun 2026.

Meski pasar sedang lesu, para produsen tetap berupaya menarik minat pembeli melalui inovasi teknologi yang lebih kompetitif.

Xpeng dan pesaingnya mengandalkan pengembangan fitur bantuan mengemudi canggih (ADAS) serta peluncuran model-model baru dengan fitur melimpah.

Strategi ini diharapkan mampu menjaga eksistensi mereka di tengah perluasan lini produk yang agresif untuk menghadapi stagnasi pasar.

Kinerja Keuangan dan Operasional Xpeng Awal 2026

  • Proyeksi Pendapatan Kuartal II: Estimasi berada di angka 19,60 miliar hingga 20,80 miliar yuan, lebih rendah dari ekspektasi analis yang mematok target 21,71 miliar yuan.
  • Realisasi Pendapatan Kuartal I: Perusahaan berhasil membukukan 13,03 miliar yuan hingga Maret, sedikit melampaui prediksi analis di angka 12,93 miliar yuan.
  • Pengiriman Kendaraan Kuartal I: Total unit yang dikirim mencapai 62.682 unit, mengalami penurunan signifikan sebesar 33,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Target Pengiriman Kuartal II: Manajemen menargetkan pengiriman unit kembali meningkat ke kisaran 100.000 hingga 106.000 unit kendaraan.