Langkah ini sangat masuk akal mengingat hampir semua lini bisnis Musk bergantung pada kecerdasan buatan dan komputasi tingkat tinggi.

Misalnya, sistem kemudi otomatis milik Tesla membutuhkan daya pemrosesan data yang luar biasa besar.

Kebutuhan mendesak perusahaan milik Elon Musk terhadap komponen chip:

  • Tesla: Sistem penggerak otonom dan efisiensi baterai kendaraan listrik.
  • SpaceX & Starlink: Optimasi kecerdasan buatan untuk navigasi satelit dan perangkat keras khusus.
  • xAI: Pembangunan pusat data skala besar yang membutuhkan ribuan unit GPU.

Setiap unit bisnis Musk saling bersinggungan dalam kebutuhan chip berperforma tinggi. Dengan mengakuisisi Intel, ketergantungan pada pemasok pihak ketiga dapat diminimalisir secara signifikan.

Misi Mars dan Kedaulatan Chip

Visi besar Elon Musk untuk membangun koloni di planet Mars juga sangat bergantung pada kemandirian teknologi.

Di lingkungan tanpa bahan bakar fosil, kendaraan listrik otonom menjadi solusi transportasi yang paling memungkinkan.

Kendali penuh atas Intel akan memberikan kepastian pasokan chip bagi semua rencana ambisius tersebut.

>>> 21 Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Teratas

Hal ini memastikan masa depan Tesla dan SpaceX tetap cerah di tengah persaingan pasar AI yang semakin ketat.