Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan sesi pertama hari Selasa, 2 Juni 2026.

Indeks berhasil menguat lebih dari 1 persen dan menyentuh level 6.193.

>>> Resmi! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh 2026

Kenaikan signifikan di bursa saham domestik ini berbanding terbalik dengan kondisi nilai tukar rupiah.

Mata uang Garuda terpantau mengalami tekanan dan melemah ke angka Rp 17.883 per dolar AS.

Pergerakan Harga Komoditas Global

Dinamika harga komoditas di tingkat global turut mempengaruhi pasar modal dan valuta asing hari ini. Beberapa komoditas unggulan menunjukkan tren beragam, mulai dari penguatan hingga koreksi tajam.

Minyak mentah WTI masih bertahan stabil di atas level USD 92 per barel.

Sementara itu, batu bara berhasil mencapai titik tertingginya dalam tujuh pekan terakhir dengan harga USD 140 per ton.

>>> RI Ranking 3 Dunia Penyakit Hati Kronis, Menkes Ungkap Pemicunya

Di sisi lain, emas mengalami penurunan harga yang cukup dalam hingga anjlok ke bawah level USD 4.500 per troy ons.

Pergerakan fluktuatif ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sektor energi terlihat masih dominan, sementara emas kehilangan daya tariknya sebagai aset aman.

Investor terus mencermati sentimen dari dalam dan luar negeri yang dapat memengaruhi pergerakan aset ke depannya.

Pergerakan IHSG yang menembus level 6.100 memberikan angin segar bagi pasar modal Indonesia.

>>> PP 20 Tahun 2026 Terbit, Suap dan Gratifikasi Dilarang Jadi Pengurang Pajak

Meski demikian, pelemahan rupiah tetap menjadi catatan kritis bagi stabilitas ekonomi nasional pada periode ini.