>>> Bunga Simpanan Bank Turun per April 2026, Tabungan Valas Masih Tinggi

Emiten dengan kontribusi poin tertinggi terhadap IHSG: BREN (28 poin), BRPT dan BBCA (masing-masing 12 poin), DSSA dan AMMN (masing-masing 10 poin), serta BBRI, CUAN, BMRI, AMRT, dan VKTR.

Faktor Kebijakan Domestik dan Devisa Ekspor

Pada pekan pertama Juni 2026, pelaku pasar mencermati kebijakan strategis pemerintah yang mulai berlaku efektif.

Pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) per 1 Juni 2026 sebagai pengelola ekspor satu pintu untuk komoditas strategis.

Fokus utama PT DSI mencakup batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy yang menyumbang ekspor US$66,13 miliar pada 2025, setara 23,4% total ekspor nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola kekayaan alam dan transparansi.

Selama masa transisi, evaluasi rutin dilakukan setiap tiga bulan hingga kebijakan diterapkan penuh pada 1 Januari 2027.

Pemerintah juga memberlakukan regulasi baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) melalui PP Nomor 21 Tahun 2026.

Aturan ini mewajibkan eksportir menyimpan devisa di dalam negeri: sektor non-migas 100% DHE selama 12 bulan, sektor migas 30% DHE selama 3 bulan.

Konversi mata uang asing ke rupiah dibatasi maksimal 50%, dan eksportir patuh mendapat insentif tarif PPh lebih ringan.

Kebijakan ini diharapkan mempertebal cadangan devisa dan menjaga stabilitas sistem keuangan domestik.

Berbeda dengan IHSG, bursa Asia-Pasifik cenderung melemah pada Selasa pagi akibat ketidakpastian negosiasi perdamaian AS-Iran.

Nikkei 225 turun 0,52%, Topix terkoreksi 0,98%, Kospi melemah 0,32%, Kosdaq ambruk 2,5%, dan S&P/ASX 200 turun 0,67%.

Kontrak berjangka Hang Seng berada di 25.207, lebih rendah dari penutupan sebelumnya 25.398,18.

Presiden AS Donald Trump mengecilkan peluang perdamaian dengan Iran, memicu kekhawatiran stabilitas ekonomi global.

>>> Viral Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan, Diduga Akibat Kelalaian Orang Tua

Meski demikian, IHSG lebih didominasi sentimen positif dari kebijakan domestik dan kebangkitan saham raksasa lokal.