Saat kapasitas baterai mencapai 80 persen dan diisi hingga 100 persen, daya pengisian bisa turun drastis hingga sekitar 4 kW.

Proses yang sangat lambat ini bahkan bisa lebih pelan dibandingkan pengisian di rumah, yang berpotensi membuat pengguna merasa kesal.

Pengguna disarankan menghitung kebutuhan energi sebelum mengisi di SPKLU.

Misalnya, baterai tersisa 30 persen dan batas optimal 80 persen dengan kapasitas 42 kWh, maka hanya perlu menambah sekitar 20 kWh.

"Dengan kebutuhan energi sebesar itu, waktu pengisian mungkin hanya sekitar 10 hingga 16 menit dan perjalanan bisa langsung dilanjutkan.

Jauh lebih efisien dibandingkan harus menunggu baterai terisi hingga 100 persen," kata Rofiqi.

Periklindo menekankan pentingnya edukasi pola penggunaan kendaraan listrik yang tepat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.

>>> Harley-Davidson Tarik 88.039 Motor karena Risiko Oli Menyembur

"Karena itu, yang perlu berubah bukan hanya teknologinya, tetapi juga pola pikir dan kebiasaan pengguna dalam memanfaatkan kendaraan listrik," kata Rofiqi.