Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia di Moto3 2026, kerap tampil mengejutkan. Ia sering kesulitan di kualifikasi, tetapi berubah agresif saat balapan utama.

Fenomena ini membuat banyak penggemar bertanya-tanya. Mengapa kecepatan Veda di hari Minggu tidak muncul saat sesi kualifikasi?

>>> Menakar Kekuatan State Capitalism China vs Indonesia 2026, Mana Lebih Unggul?

Faktor Teknis di Balik Performa Veda

Menurut pengamat MotoGP Hendry Wibowo, jawabannya terkait strategi teknis tim. Ia mendapat informasi langsung dari ayah Veda, Sudarmono.

Honda Team Asia sangat aktif melakukan pembaruan teknis pada motor. Setiap sesi, mereka sering mengubah suspensi atau komponen vital lainnya.

Perubahan ini membuat Veda harus terus menyesuaikan gaya balapnya. Waktu adaptasi yang singkat seringkali tidak cukup.

Akibatnya, saat kualifikasi Veda belum menemukan setelan optimal. Ia kesulitan memacu motor dalam satu putaran cepat.

Namun, saat balapan utama, tim biasanya menggunakan data terbaik dari latihan. Veda pun bisa tampil agresif dan bersaing di depan.

>>> Khutbah Jumat 5 Juni 2026 singkat tentang Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H / 2026 M

Perbandingan dengan Kesuksesan di Brasil

Contoh nyata terjadi di seri Catalunya. Pengembangan motor tidak cocok dengan gaya Veda, sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Sebaliknya, di Brasil Veda tampil cepat sejak hari Jumat. Set-up motor sudah pas sejak awal, dan ia berhasil naik podium.

Hendry menjelaskan, jika set-up sudah stabil sejak hari pertama, Veda bisa tampil maksimal. Konsistensi data menjadi kunci.

Di seri Moto3 Italia 2026, Veda finis kedelapan meski start dari posisi ke-13. Ia tetap bertahan di lima besar klasemen sementara.

>>> Hyundai Hadirkan Tema Piala Dunia 2026 di Kabin Mobil Listrik

Kemampuan Veda menyalip banyak pembalap menjadi modal berharga. Dukungan Honda Team Asia diharapkan bisa menyelaraskan performa kualifikasi dan balapan.