Sutradara Yeon Sang-ho menyatakan keinginannya untuk beralih ke pendekatan yang lebih eksperimental dalam berkarya setelah satu dekade berkarier di film komersial.

“Sudah 10 tahun sejak saya mulai membuat film komersial,” kata Yeon dalam wawancara di sebuah kafe Seoul.

>>> Inspire Arena Hadirkan Skybox Mewah untuk Konser K-Pop

“Selama itu, saya bekerja sama dalam sinema komersial dan platform streaming. Saat syuting 'The Ugly' tahun lalu, saya mulai merindukan bekerja dalam sistem baru.”

Kembali ke Cannes dengan 'Colony'

Yeon kembali ke Cannes melalui film zombie terbarunya, "Colony", yang tayang di sesi Midnight Screenings Festival Film Cannes ke-79.

Pemutaran tersebut dilaporkan mendapat tepuk tangan meriah selama tujuh menit. Sebelumnya, Yeon pernah datang ke Cannes dengan "Train to Busan" dan "Peninsula".

“Saat pergi ke Cannes dengan 'Train to Busan' 10 tahun lalu, film itu tidak banyak mendapat perhatian,” kata Yeon.

“Tapi kali ini jelas berbeda. Ekspektasi terhadap film zombie Korea tampaknya meningkat setelah 'Train to Busan'.

Saya bangga akan hal itu.”

Konsep Zombi Berevolusi dan AI

"Colony" mengikuti kisah para penyintas yang terjebak di dalam gedung setelah wabah infeksi misterius.

Konsep utamanya adalah "zombi berevolusi" yang dikaitkan dengan pertanyaan tentang runtuhnya individualitas di era kecerdasan buatan.

Yeon fokus mengekspresikan "kecerdasan kolektif, evolusi, dan bahaya yang ditimbulkannya" secara intuitif. “Saya memikirkan sejauh mana manusia dan kelompok bisa berevolusi,” ujarnya.

Sejak dibuka pada 21 Mei, "Colony" telah menjual lebih dari 3,1 juta tiket dan rata-rata 100.000 tiket pada hari kerja.

Yeon hanya berharap film itu bisa mencapai titik impas.

“Saya menonton film itu lagi dalam 4DX bersama putri saya, dan teater ramai,” katanya. “Sudah lama saya tidak merasakan atmosfer seperti itu, jadi saya menyukainya.”