Struktur ekonomi Indonesia masih didominasi sektor konvensional.

Industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap PDB, diikuti perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, dan pertambangan 8,69 persen.

Dominasi lima sektor ini menunjukkan transformasi menuju industri teknologi tinggi berjalan lambat. Ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Konsumsi Rumah Tangga sebagai Motor Utama

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen pada kuartal I-2026, menyumbang 2,94 persen terhadap total pertumbuhan.

Hal ini memberikan stabilitas, namun ketergantungan berlebihan pada konsumsi menghambat akselerasi jangka panjang.

Pertumbuhan berkualitas memerlukan investasi produktif dan penguatan sektor bernilai tambah tinggi. Tanpa inovasi, pertumbuhan diperkirakan hanya berkisar lima persen per tahun.

Tantangan Menuju Target 8 Persen

Klaim keluar dari jebakan pertumbuhan rendah perlu disikapi hati-hati.

Angka 5,61 persen menunjukkan ketahanan, tetapi tekanan nilai tukar dan struktur ekonomi statis menjadi pekerjaan rumah besar.

>>> LPDP Buka 3 Beasiswa Co-Funding S2 2026, Peluang Lolos Lebih Besar!

Pemerintah harus fokus pada transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Tanpa langkah berani, pertumbuhan hanya akan menjadi statistik rutin tanpa kekuatan mendorong Indonesia naik kelas.