Pengendara yang mengalami kendaraan mogok di jalan tol wajib segera mengambil tindakan penyelamatan yang tepat.

Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan fatal, seperti tabrak belakang dari kendaraan lain.

>>> Insentif Kendaraan Listrik Ditunda Sebulan, Pengamat Minta Evaluasi Sasaran

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan langkah awal yang paling minim risiko.

Langkah tersebut adalah mengamankan kendaraan ke area rumput di pinggir jalan tol jika situasi memungkinkan.

"Kalau bisa kita tidak di bahu jalan.

Tetapi misalnya di situ ada jalur hijau (rumput), kita keluar dari bahu jalan yang dua meter itu ke rumput.

Mobil turun ke bawah, ke rumput-rumputnya lima meter kalau bisa 10 meter," ujar Jusri.

Evakuasi ke jalur hijau disarankan karena bahu jalan tol di Indonesia masih sering disalahgunakan. Banyak pengendara tidak tertib yang menyalip dari sebelah kiri melalui bahu jalan.

Namun, jika jalan tol tidak memiliki jalur hijau atau kendaraan benar-benar tidak bisa bergerak, pengemudi wajib menyalakan lampu hazard sebagai sinyal awal.

>>> Pesepeda Nekat Terobos Jalan Tutup di Oregon, ODOT Peringatkan Bahaya

Selain itu, pasang segitiga pengaman lebih mundur dari aturan standar untuk mengantisipasi budaya berkendara yang belum tertib.

"Kita pasangkan setidaknya 100 meter deh, atau 75 meter, minimalnya 50 meter. Pasang segitiga kita 50 meter sebelum kendaraan kita," tegas Jusri.

Selain menyalakan lampu darurat dan memasang segitiga pengaman, seluruh penumpang dilarang keras tetap duduk di dalam kabin.

Mereka wajib segera keluar dan berdiri di area depan kendaraan yang mogok.

"Seluruh penumpang di dalam mobil jangan duduk di dalam mobil. Kalau misalnya terpaksa, keluar dari dalam mobil, berdiri di depan mobil kita yang mogok," kata Jusri.

Langkah ini diterapkan untuk memproteksi keselamatan nyawa penumpang dari potensi tabrakan hebat. Mobil yang mogok akan menjadi bantalan (barrier) yang menyerap benturan dari belakang.

"Sehingga mobil kita yang mogok ini, jika terjadi apa-apa, mobil tersebut akan menjadi bantalan (barrier), dia akan menyerap benturan tabrakan yang ada dari belakang.

>>> Ford Perintahkan 4.653 Pemilik Bronco Sport dan Maverick untuk Berhenti Berkendara

Jangan malah dia berdiri di belakang, kan ancamannya dari belakang," pungkas Jusri.