Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) optimistis terhadap prospek bisnis asuransi pengangkutan barang atau marine cargo pada 2026.

Meski ada tantangan global, industri ini dinilai masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

>>> Resmi, Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Juni 2026 di Seluruh Indonesia

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyatakan aktivitas perdagangan komoditas di Indonesia menjadi mesin utama permintaan asuransi ini.

Kebutuhan perlindungan barang selama pengiriman tetap tinggi seiring volume ekspor nasional yang konsisten.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Beberapa faktor mendorong pertumbuhan asuransi marine cargo. Pertama, kegiatan ekspor komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan batu bara yang stabil.

Kedua, permintaan perlindungan untuk produk sumber daya alam yang dikirim ke luar negeri. Ketiga, relevansi proteksi risiko bagi pemilik barang selama perjalanan.

Pernyataan Budi disampaikan pada Senin (1/6/2026). Ia menekankan peran komoditas dalam menjaga performa industri asuransi umum.

Selama aliran ekspor barang mentah dan olahan lancar, kebutuhan asuransi pengangkutan akan selalu ada.

Risiko dan Kewaspadaan

AAUI juga mengingatkan pelaku industri untuk mencermati berbagai variabel yang memengaruhi kinerja 2026. Budi menyarankan pemantauan saksama terhadap dinamika pasar internasional.

Aspek penting yang perlu dicermati meliputi fluktuasi harga komoditas global dan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Hal ini dapat berdampak pada volume perdagangan dunia dan biaya logistik.

Faktor lain yang memengaruhi kinerja marine cargo antara lain perubahan volume perdagangan internasional, situasi geopolitik yang mengganggu jalur pelayaran, kenaikan biaya logistik, persaingan tarif premi, dan kelancaran implementasi kebijakan baru pemerintah.

Budi menegaskan kombinasi faktor ekonomi makro dan persaingan industri akan menentukan pertumbuhan. Strategi penentuan tarif yang kompetitif namun sehat menjadi kunci.