Tujuh Hasil Nyata Diplomasi

Teddy memaparkan tujuh poin pencapaian konkret pemerintah saat ini:

  • Integrasi dengan BRICS untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas pasokan pangan serta energi.
  • Kesepakatan tarif nol persen dengan Uni Eropa setelah negosiasi lebih dari sepuluh tahun.
  • Investasi asing sebesar Rp2.430 triliun dalam satu setengah tahun terakhir.
  • Komitmen bisnis dari Jepang dan Korea Selatan senilai US$33,89 miliar (Rp575 triliun) untuk sektor masa depan.
  • Modernisasi pertahanan melalui kerja sama dengan AS, Prancis, Rusia, China, dan Inggris.
  • Peningkatan dukungan layanan haji dari Arab Saudi, termasuk pengembangan perkampungan haji untuk jamaah Indonesia.
  • Peran aktif membantu Palestina dan pemulangan WNI yang ditahan Israel di laut lepas.

Teddy menegaskan bahwa hasil nyata yang dirasakan rakyat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Strategi Diversifikasi Investasi

Pengamat melihat di balik intensitas perjalanan luar negeri terdapat strategi diversifikasi sumber modal asing.

Data awal 2026 menunjukkan investasi masih terkonsentrasi pada beberapa negara: Singapura 4,6 miliar dolar AS (jasa, keuangan, teknologi), Hong Kong 2,7 miliar dolar AS (real estate, infrastruktur), dan China 2,2 miliar dolar AS (hilirisasi mineral).

Pemerintah memperluas jangkauan ke Eropa dan Asia Timur.

Kerja sama dengan Prancis menghasilkan kesepakatan komersial US$3,5 miliar (Rp61 triliun) di bidang energi terbarukan, perdagangan, pertahanan, dan mineral kritis.

Dibentuk pula France-Indonesia High Level Business Council untuk mengawal realisasi proyek.

Teddy menekankan semua pencapaian ini buah dari diplomasi Presiden Prabowo melalui berbagai kanal, baik yang tersorot kamera maupun pertemuan tertutup.

Realisasi Investasi Nasional Lampaui Target

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, 101,3 persen dari target Rp1.905,6 triliun.

Angka ini tumbuh 12,7 persen dibanding tahun sebelumnya. PMDN berkontribusi 53,4 persen, PMA 46,6 persen.

Realisasi investasi menyerap tenaga kerja sekitar 2,71 juta orang. Sektor hilirisasi menyumbang Rp584,1 triliun (30,2 persen), naik 43,3 persen secara tahunan.

Lima daerah utama tujuan investasi adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sulawesi Tengah.

Pemerintah optimistis tren positif investasi akan berlanjut dengan fokus pada hilirisasi dan pemerataan pembangunan.

>>> Shin Hye-sun Bintangi Drakor 'Dash', Drama Hukum Paling Dinanti 2026

>>> Resmi! Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Mulai 1 Juni, Cek Syaratnya Sekarang

>>> Pendaftaran Beasiswa LPDP-Australia Awards 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat Terbaru!