Taj berharap proses ini bisa dilakukan dengan efisien tanpa mengharuskan tim berpindah lokasi terlalu jauh.

Pihak tim menginginkan agar prosedur administrasi bisa diselesaikan tanpa harus menempuh perjalanan 450 kilometer menuju Ankara.

Di level internasional, Mehdi Taj juga berencana menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara langsung.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari jaminan keamanan dan kepastian posisi skuad Iran di tengah tensi politik dunia.

Upaya diplomasi sepak bola ini juga melibatkan Federasi Sepak Bola Turki demi kelancaran agenda tim.

Delegasi Iran telah bertemu dengan Ibrahim Ethem Haciosmanoglu dan Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, di Istanbul.

Pihak Turki menyatakan melalui media sosial bahwa mereka memberikan dukungan penuh dalam mengevaluasi persiapan Iran.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan transisi tim dari Turki menuju Amerika Serikat berjalan mulus.

Setelah seluruh urusan di Turki selesai, tim akan terbang ke Amerika Serikat dan bermarkas di Tucson, Arizona.

Kota ini akan menjadi pusat kegiatan latihan mereka sepanjang keikutsertaan di turnamen tersebut.

Perjalanan Iran di fase grup dipastikan akan sangat menantang bagi Mehdi Taremi dan rekan-rekannya.

Mereka dijadwalkan melakoni laga pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.

Setelah itu, Iran akan tetap berada di Los Angeles untuk menghadapi tim kuat Eropa, Belgia.

>>> James Milner Resmi Pensiun, Tulis Pesan Menyentuh untuk Leeds United

Sebagai penutup babak penyisihan di Grup G, mereka akan terbang ke Seattle untuk menantang tim nasional Mesir.