Pertamina terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui energi terbarukan. Salah satu wujud nyatanya adalah program Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Inisiatif ini mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk kemandirian masyarakat. Di Desa Keliki, energi bersih difokuskan pada pengelolaan sampah dan penguatan sektor pertanian demi ketahanan pangan.

>>> Truk Listrik China Siap Dominasi Tambang Indonesia pada 2026

Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Surya

DEB Keliki mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mengandalkan energi surya. Listrik hijau ini mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang mengubah limbah menjadi kompos.

I Wayan Sumada, Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki, menjelaskan bahwa fasilitas ini vital bagi warga.

Desa ini menghasilkan volume sampah yang cukup besar setiap harinya sehingga memerlukan penanganan cepat.

Volume sampah harian di Desa Keliki mencapai sekitar 7 ton. Kehadiran TPS3R sangat membantu masyarakat dalam mengelola limbah.

Dukungan Pertamina mempercepat proses pengolahan agar sampah kembali bermanfaat. Program ini juga mendorong kesadaran warga memilah sampah dari rumah tangga.

Produktivitas tinggi di lokasi ini bergantung pada pasokan energi yang stabil. Berkat sinergi dengan Pertamina, warga kini lebih paham pentingnya memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon

DEB Keliki menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10,5 kWp. Fasilitas ini memproduksi energi surya 14.256 kWh per tahun yang digunakan untuk kebutuhan desa.

Pemanfaatan PLTS memberikan keuntungan finansial signifikan bagi kas desa. Penghematan biaya listrik mencapai Rp21.000.000 per tahun.

Reduksi emisi karbon mencapai 13,7 ton CO2eq per tahun.