Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan kembali membuka program Beasiswa Akselerasi Magister 2026. Program ini memungkinkan mahasiswa S1 melanjutkan studi S2 langsung di luar negeri.

Skema ini memberikan pendanaan penuh yang mencakup 12 bulan terakhir masa S1 melalui tahap internasionalisasi. Setelah itu, penerima beasiswa mendapat dukungan finansial untuk satu tahun studi magister.

>>> Sumardji Bongkar Alasan Mengejutkan Mathew Baker Masuk Timnas Senior 2026

Cakupan dan Keuntungan Beasiswa

Awardee tidak hanya mendapat bantuan selama perkuliahan aktif. LPDP juga menyediakan dana selama masa tunggu transisi dari S1 ke S2.

Fasilitas pendanaan terbagi dalam dua tahap utama. Berikut rincian komponen yang akan diterima peserta:

  • Dana Pendidikan: biaya pendaftaran, SPP (tuition fee), dan tunjangan buku tahunan.
  • Dana Pendukung: biaya aplikasi visa, tiket transportasi, asuransi kesehatan, dan biaya kedatangan.
  • Biaya Hidup: tunjangan bulanan, dana lomba internasional, dan dana darurat.
  • Insentif Tambahan: dana bantuan penelitian tesis, seminar internasional, dan publikasi jurnal global untuk tahap S2.

Seluruh komponen ini memastikan mahasiswa fokus pada pencapaian akademik tanpa kendala biaya. Ada pula insentif kelulusan sebagai apresiasi studi tepat waktu.

Kriteria Penerima Beasiswa

Program ini terbuka bagi WNI yang berstatus mahasiswa S1 aktif. Calon pendaftar harus masuk dalam jajaran 10 lulusan terbaik di program studi dan angkatannya.

Terdapat dua kategori sasaran: umum bagi mahasiswa reguler dan khusus bagi yang menempuh S1 dengan bantuan dana dari kementerian terkait.

Persyaratan utama meliputi IPK minimal 3,25 dari skala 4,00 dan skor bahasa Inggris IELTS 6,5, TOEFL iBT 80, Duolingo 120, atau ITP 550.

Pendaftar juga harus sudah menempuh minimal 1,5 tahun masa studi S1. Dokumen pendukung termasuk komitmen kembali ke Indonesia setelah lulus.