Hampir 1.000 pekerja berserikat di pabrik American Axle & Manufacturing di Three Rivers, Michigan, memutuskan mogok kerja pada 1 Juni 2026.

Aksi ini dimulai tepat tengah malam setelah negosiasi kontrak baru gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.

>>> Velg Emas Subaru Berawal dari Kesalahan Pabrik, Bos Prodrive Akui Salah Kirim

Para pekerja tergabung dalam United Auto Workers (UAW) Local 2093.

Mereka mengangkat slogan "No Contract, No Axles" yang menekankan peran penting pabrik dalam memasok komponen untuk truk General Motors (GM).

Konsesi 2008 yang Tak Kunjung Kembali

Inti perselisihan ini berakar pada konsesi upah besar yang diberikan pekerja saat krisis keuangan 2008. Saat itu, mereka setuju menerima pemotongan gaji drastis demi menyelamatkan pabrik dari penutupan.

Menurut UAW, beberapa pekerja mengalami penurunan upah per jam dari sekitar $29 menjadi $14,50. Konsesi itu dianggap sementara, namun hingga kini upah belum pulih seperti semula.

Pekerja mengaku masih berjuang mengembalikan pendapatan yang hilang 18 tahun lalu.

>>> Dodge Kembalikan Hellcat V8 ke Charger dengan Sayap Superbird

Saat ini, upah puncak di pabrik hanya mencapai sekitar $22 per jam setelah masa kerja lima tahun, jauh di bawah nilai yang disesuaikan dengan inflasi.

Laba Melonjak, Upah Stagnan

Pimpinan UAW menyoroti kinerja keuangan perusahaan.

American Axle dilaporkan menghasilkan laba sekitar $8,4 miliar dalam satu dekade terakhir, sementara kompensasi eksekutif mencapai ratusan juta dolar.

Serikat pekerja menilai sudah saatnya pekerja mendapat bagian lebih besar dari keuntungan tersebut. Mereka menuntut kenaikan upah yang signifikan dalam kontrak baru.

Pihak perusahaan menyatakan kekecewaan atas keputusan mogok. Juru bicara American Axle, Christopher Son, mengatakan perusahaan tetap berkomitmen mencapai kesepakatan melalui negosiasi dengan itikad baik.

>>> China Stamping Bodi Baru untuk Mobil Klasik Seperti Mustang, Land Cruiser, dan 911

Jika mogok berlangsung lama, pasokan komponen ke GM akan terganggu. Produksi truk pikap heavy-duty Chevrolet Silverado dan GMC Sierra berpotensi terhambat.