Melalui sertifikasi resmi, perusahaan ingin memastikan personel di lapangan memiliki keahlian terstandarisasi. Hasil pekerjaan terbaik hanya bisa lahir dari tangan profesional yang teruji kompetensinya.

>>> Prabowo Ingatkan Pembangunan Ekonomi 2026: Jangan Hanya Kejar Statistik

Metode sertifikasi onsite dipilih agar tidak menghambat pengerjaan konstruksi. Proses asesmen bisa berlangsung beriringan dengan progres fisik bangunan.

Peningkatan kualitas SDM konstruksi ini diproyeksikan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Tenaga kerja profesional dan berdaya saing global menjadi modal utama pembangunan nasional.

Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap Perekonomian

Plt.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU, Indro Pantja Pramodo, menyatakan sektor konstruksi memegang peran vital dalam memacu pertumbuhan ekonomi.

Data menunjukkan sektor konstruksi menyumbang sekitar 10,96 persen terhadap PDB nasional. Bidang ini juga menyerap tenaga kerja sekitar 8,5 juta orang.

Pemerintah membagi proyeksi kebutuhan tenaga kerja konstruksi tahun 2026 sebagai berikut: tenaga ahli konstruksi 754 orang, teknisi bangunan 2.676 orang, operator lapangan 33.926 orang, dan total kebutuhan umum 37.356 orang.

Khusus untuk sektor prasarana strategis seperti Sekolah Rakyat, dibutuhkan setidaknya 13.522 tenaga kerja. Indro menambahkan bahwa penguatan kompetensi bukan sekadar formalitas administratif.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap pekerja diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi. Sertifikat tersebut berfungsi sebagai jaminan mutu terhadap ketahanan infrastruktur.

Apresiasi diberikan kepada sinergi antara pemerintah dan BUMN konstruksi. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam mempercepat pemenuhan tenaga kerja terampil di berbagai daerah.

Dengan pendekatan terintegrasi, pemenuhan tenaga kerja tidak lagi menjadi kendala bagi progres fisik. Tenaga kerja tersertifikasi siap diterjunkan untuk memastikan hasil pembangunan maksimal.

>>> Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Lapas Besi Perkuat Jiwa Nasionalisme Warga Binaan

Agenda pembangunan Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama dalam memperkuat kualitas SDM Indonesia sejak dini. Melalui fasilitas pendidikan yang kokoh, proses belajar mengajar diharapkan lebih optimal.