Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi panutan spiritual, tetapi juga sukses dalam mengelola bisnis. Strategi investasi beliau menjadi rujukan hingga saat ini.

Berdasarkan riset The Rasulullah Way of Business (2021), kunci sukses Nabi adalah sifat jujur dan amanah. Karakter ini membangun kepercayaan dari para investor.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Per Gram 2026

Setelah mendapatkan modal, beliau menerapkan sistem bagi hasil. Keuntungan kemudian ditanamkan pada instrumen yang menghasilkan pendapatan pasif.

Jenis Investasi Pilihan Rasulullah

Nabi Muhammad SAW memilih sektor nyata yang bernilai berkelanjutan. Pilihan ini tetap relevan dalam ekonomi modern.

  • Hewan Ternak: Beliau beternak unta, kuda, sapi, dan domba sejak kecil hingga memiliki puluhan ekor.
  • Tanah dan Properti: Mengelola lahan produktif dan menyewakan kebun kurma dengan sistem yang adil.
  • Sistem Bagi Hasil: Melalui skema mudharabah, beliau bekerja sama dengan pihak lain dalam mengelola aset.

Investasi peternakan memberikan pertumbuhan aset fisik dan hasil produksi. Sementara investasi lahan memastikan pemanfaatan tanah produktif jangka panjang.

Investasi Melalui Properti dan Lahan

Nabi Muhammad menerapkan konsep bagi hasil saat menyewakan tanah di Khaybar. Pengelola diizinkan tinggal dan mengerjakan lahan dengan kesepakatan pembagian keuntungan.

>>> BI Rate Naik, MSIG Indonesia Atur Portofolio: SBN dan Deposito Jadi Pilihan Aman 2026

Konsep ini membuktikan bahwa investasi properti tidak hanya soal kepemilikan, tetapi juga produktivitas. Skema mudharabah menjadi dasar ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan.

Pentingnya Sedekah dalam Keuangan

Prinsip bersedekah tidak terlepas dari strategi keuangan Nabi. Dalam ajaran Islam, setiap harta terdapat hak orang lain yang harus disalurkan.

Rasulullah tidak menimbun harta untuk kepentingan pribadi. Beliau rutin menyedekahkan uang, pakaian, dan makanan kepada yang membutuhkan.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Intip Kurs Terbaru 2026

Jika ingin meneladani cara investasi ala Nabi, fokuslah pada aset fisik seperti properti, lahan, atau peternakan. Pastikan juga menyisihkan sebagian keuntungan melalui sedekah agar harta memberikan manfaat luas.