Kepergian Bojan Hodak dari kursi pelatih kepala Persib Bandung menyisakan rasa haru sekaligus tanda tanya besar bagi para pendukung.

Sosok asal Kroasia tersebut mengakhiri kerja samanya dengan Maung Bandung tanpa adanya seremoni perpisahan khusus yang megah.

>>> Nafuzi Zain Pastikan Timnas Malaysia U-19 Siap Tempur di Piala AFF U-19 2026

Pencapaian Besar Tanpa Perpisahan Mewah

Padahal, Bojan Hodak memiliki pencapaian luar biasa dengan mengukir sejarah baru bagi klub.

Di bawah arahannya, Persib menjelma menjadi tim yang sukses meraih gelar juara hattrick secara beruntun di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ironisnya, keberhasilan besar yang telah dipersembahkan oleh sang pelatih seolah berlalu tanpa kesan mendalam dari manajemen.

Tidak ada acara khusus maupun salam perpisahan megah yang menggambarkan besarnya jasa Bojan Hodak untuk tim kebanggaan warga Jawa Barat ini.

Alasan Manajemen Tidak Gelar Acara

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengakui bahwa manajemen memang tidak menyiapkan agenda perpisahan khusus.

Menurutnya, seluruh fokus klub saat itu tersedot pada perburuan gelar juara yang baru dipastikan pada momen-momen akhir kompetisi BRI Super League 2025/2026.

“Semuanya memang fokus dulu ke juara.

Ya, agak susah cari momen yang tepatnya gitu karena kami baru dipastikan juara setelah pluit ditiupkan,” jelas Adhitia kepada awak media.

Situasi tersebut membuat manajemen kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan acara.

Adhitia menyebut kondisi Persib berbeda dengan klub lain yang sudah memastikan gelar juara lebih awal.

“Jadi kayaknya mau ngatur waktunya tuh beda lah kalau klub sudah juara mungkin lebih enak ngomongnya,” ujarnya.

>>> PSSI Promosikan Mathew Baker ke Timnas Senior untuk FIFA Matchday Juni