Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP PERBASI) secara resmi memanggil penyelenggara Campus League untuk memberikan klarifikasi.

Langkah ini diambil menyusul insiden cedera serius yang dialami seorang pemain dalam laga semifinal Regional Jakarta.

>>> Pesan Menyentuh Prabowo di Hari Raya Waisak 2026: Kita Harus Terus Bekerja Keras

Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan antara Institut Perbanas Jakarta melawan Bina Nusantara di lapangan basket Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang.

Dalam perebutan bola yang sengit, seorang pemain Perbanas terjatuh dan tertimpa pemain lawan hingga mengalami benturan keras di area pelipis.

Berdasarkan laporan medis, pemain tersebut didiagnosis mengalami retak pada tulang pelipis akibat hantaman dengan permukaan lapangan.

PERBASI merespons hal ini dengan menggelar pertemuan daring bersama pihak panitia pada Minggu (31/5) guna mengevaluasi standar keamanan turnamen.

Prioritas Perlindungan Atlet

Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, menegaskan bahwa perlindungan atlet adalah prioritas tertinggi organisasi. Menurutnya, setiap pemain harus merasa aman dan terlindungi saat bertanding.

Pertemuan dihadiri jajaran petinggi PERBASI dan manajemen Campus League. Tujuannya memastikan seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan dengan benar.

Meski terjadi insiden, PERBASI tetap memberikan apresiasi atas kesigapan panitia dalam menangani korban pasca-kejadian.

Nirmala Dewi memuji langkah cepat panitia yang memberikan fasilitas perawatan VIP di rumah sakit bagi atlet yang cedera.

>>> Pemkot Rilis Fitur Makassar Move di Lontara+ 2026, Cara Resmi Dorong Warga Aktif Tanpa Ribet

Selain evaluasi teknis, PERBASI menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara acara dengan pengurus daerah (DPD) setempat. Koordinasi ini tetap diwajibkan meski kegiatan sudah mendapatkan rekomendasi langsung dari pengurus pusat.