• Prioritas utama: pendidikan formal dan sekolah tetap menjadi jadwal paling utama bagi anak-anak.
  • Kegiatan tambahan: ibu memberikan berbagai les dan kegiatan positif untuk perkembangan bakat anak.
  • Fleksibilitas: pertemuan dengan bapak dapat dilakukan setelah jadwal pendidikan dan les selesai dikoordinasikan.
  • Kunci akses: komunikasi yang jelas dari pihak ayah diperlukan agar tidak bertabrakan dengan jadwal anak yang sudah ada.

Segala aktivitas anak diatur semata-mata untuk kepentingan masa depan mereka, bukan untuk menghalangi akses pertemuan dengan sang ayah.

Chris Sam Siwu juga menambahkan bahwa jangan sampai ada pemaksaan kehendak dari pihak ayah tanpa mempertimbangkan kondisi dan jadwal anak yang sudah terencana.

Ia sangat menyayangkan adanya narasi yang seolah-olah menggambarkan Sarwendah sengaja memutus tali silaturahmi dan hubungan emosional antara Ruben Onsu dan anak-anaknya.

Kliennya menjamin bahwa kebebasan penuh akan diberikan kepada Ruben untuk membawa anak-anak kapan saja, asalkan terdapat komunikasi yang transparan sebelumnya.

Jika posisi anak sedang berada di rumah dan dalam kondisi santai, Sarwendah dipastikan tidak akan melarang jika Ruben ingin datang berkunjung atau menjemput mereka.

Chris merasa heran mengapa tiba-tiba muncul pernyataan dalam konferensi pers yang menyebut kliennya mempersulit keadaan, padahal tidak ada upaya komunikasi yang dilakukan terlebih dahulu.

Sarwendah secara tegas menyatakan kepada tim hukumnya bahwa ia tidak pernah menutup pintu barang satu hari pun bagi Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak.

>>> Viral Indomaret Tutup 2 Hari, Ini Klarifikasi Serikat Pekerja

Ia berharap agar isu mengenai pembatasan akses ini tidak lagi dipolitisasi atau dibesar-besarkan tanpa adanya bukti komunikasi yang nyata di antara kedua belah pihak.