Isu kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid kembali mencuat menjelang bursa transfer musim panas 2026. Namun, pelatih asal Portugal itu langsung bereaksi untuk meredam spekulasi yang beredar.

Real Madrid saat ini sedang dalam performa kurang memuaskan. Tim asuhan Alvaro Arbeloa tertinggal 11 poin dari Barcelona di puncak klasemen La Liga setelah 33 pertandingan.

>>> Marquinhos Hibur Gabriel Magalhaes Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Langkah Madrid semakin berat setelah tersingkir dari Liga Champions. Kegagalan ini memicu tekanan besar terhadap manajemen klub.

Nama Mourinho kembali dikaitkan dengan posisi pelatih di Santiago Bernabeu. Presiden Real Madrid Florentino Perez dikabarkan masih mengagumi pelatih berusia 63 tahun itu untuk mengembalikan kejayaan tim.

Saat ini, Mourinho memilih fokus penuh membawa Benfica menyelesaikan kompetisi domestik tanpa kekalahan. Ia juga ingin mengamankan posisi tim menuju Liga Champions musim depan.

Mourinho dengan tegas membantah rumor tersebut. Ia memastikan tidak ada pembicaraan dengan perwakilan Real Madrid.

“Saya bisa menjamin tidak ada seorang pun dari Real Madrid yang berbicara dengan saya,” ujarnya kepada media.

>>> Kevin De Bruyne Kritik Taktik Defensif Antonio Conte di Napoli

“Saya sudah lama di dunia sepak bola dan terbiasa dengan rumor seperti ini.

Saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi bersama Benfica, dan hanya itu fokus saya saat ini.”

Mourinho masih terikat kontrak dengan Benfica, meski ada kabar mengenai klausul khusus yang memungkinkannya hengkang pada akhir musim.

Peluang Menuju Timnas Portugal

Rencana Mourinho kembali ke Real Madrid dihadapkan pada situasi rumit. Rekam jejak masa lalunya menjadi ganjalan, mengingat perpisahan dengan klub pada 2013 tidak berjalan baik.

Ia juga sempat memicu kontroversi akibat komentar terkait insiden antara Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni.

>>> Sir Alex Ferguson Kritik Permainan Arsenal Usai Kalah di Final Liga Champions

Di sisi lain, Mourinho dilaporkan membuka peluang menjadi pelatih timnas Portugal dalam jangka panjang, terutama untuk Piala Dunia 2026.