Warisan Raja Argishti I yang Mengubah Sejarah

Berdasarkan catatan sejarah, benteng ini didirikan pada masa kepemimpinan Raja Argishti I yang bertakhta sekitar tahun 786 hingga 764 Sebelum Masehi (SM).

Kota kuno tersebut dibangun di antara dua bukit alami dengan benteng pertahanan kokoh yang melindungi pusat politik dan keagamaan.

Daya tarik situs ini semakin kuat dengan ditemukannya berbagai prasasti batu kuno di sekitar fondasi bangunan.

Prasasti tersebut mengungkap pembangunan jaringan lima saluran irigasi raksasa yang mengalirkan air segar ke seluruh distrik perkotaan dan lahan pertanian.

Informasi mengenai pemanfaatan saluran air kuno Argishtikhinili:

  • Menyediakan pasokan air segar untuk kebutuhan warga di distrik perkotaan secara merata.
  • Mengairi ladang pertanian yang luas guna mendukung ketahanan pangan kerajaan.
  • Menghidupkan taman-taman kota sebagai ruang publik bagi masyarakat masa itu.
  • Mendukung budidaya kebun anggur yang menjadi komoditas penting di wilayah Kaukasus.

Daftar di atas menunjukkan betapa kompleksnya perencanaan tata kota yang dilakukan oleh Kerajaan Urartu demi kesejahteraan penduduknya.

Sebelum adanya inovasi tersebut, kawasan ini tidak berpenghuni karena akses terhadap sumber air yang sangat terbatas.

Melalui inovasi teknologi irigasi yang brilian, Raja Argishti I berhasil menciptakan sebuah oase tersembunyi di tengah gersangnya daratan Kaukasus Selatan.

>>> PEVS 2026 Targetkan Transaksi Rp500 Miliar, Jadi Tren Kendaraan Listrik Terbaru

Kini, jejak-jejak saluran air tersebut terus dipelajari untuk mengungkap lebih dalam mengenai kepintaran peradaban kuno dalam mengelola sumber daya alam.