Pergerakan harga emas di pasar global turut mempengaruhi harga emas perhiasan di dalam negeri. Pada 31 Mei 2026, sejumlah gerai logam mulia memperbarui daftar harga beli dan jualnya.

Bagi masyarakat yang ingin bertransaksi, memantau rincian harga terbaru menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan.

>>> IHSG Tertekan, Intip Daftar Saham Pilihan yang Paling Banyak Dicari 2026

Faktor Pendorong Harga Emas Global

Berdasarkan data Kitco, harga emas di pasar spot menguat 0,97 persen ke level US$ 4.539,30 per ounce.

Sementara itu, perak spot justru terkoreksi 0,51 persen ke posisi US$ 75,27.

Penguatan emas terjadi di tengah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan penghasilan pribadi April 2026 stagnan. Disposable income masyarakat tercatat turun tipis 0,1 persen.

Di sisi lain, pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,5 persen, sementara tingkat tabungan merosot ke 2,6 persen.

Indeks harga PCE juga menguat 3,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kombinasi data ini memberikan sinyal beragam terhadap proyeksi suku bunga ke depan.

Inflasi masih di atas target, namun stabilitas imbal hasil treasury dan turunnya harga minyak membantu mengurangi tekanan pada sektor logam.

>>> Meta Resmi Rilis Paket Langganan IG, FB, dan WhatsApp Plus 2026, Dilengkapi Fitur AI

Pengaruh Geopolitik dan Harga Minyak

Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi faktor kunci yang mempengaruhi sektor energi dan logam mulia. Pelaku pasar lebih merespons peluang pembukaan kembali jalur strategis tersebut dibandingkan eskalasi konflik.

Akibatnya, harga minyak dunia mencatat penurunan bulanan tertajam sejak 2020. Harga WTI berada di US$ 87,36 per barel, sementara Brent di US$ 92,05.

Penurunan harga minyak memberikan dampak ganda bagi emas. Risiko inflasi yang berkurang mendukung aset non-imbal hasil, namun mengurangi daya tarik emas sebagai safe-haven.