Mobil Listrik China Murah? Harga Jual Kembalinya Bikin Pusing
Mobil listrik China yang murah memang menggoda, tapi harga jual kembalinya bisa menjadi mimpi buruk.
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kendaraan listrik (EV) asal China mengalami depresiasi yang sangat cepat di Eropa.
>>> Maextro Siapkan SUV Mewah Saingan Rolls-Royce Cullinan dengan Harga BMW iX
Data dari kelompok penilai kendaraan DAT di Jerman menunjukkan EV dan plug-in hybrid China kehilangan nilai dua kali lebih cepat dari rata-rata industri.
Tingkat depresiasi ini bahkan terus memburuk.
Kondisi ini menimbulkan sakit kepala bagi hampir semua pihak.
Pemilik menghadapi angka tukar tambah yang menyakitkan, pabrikan menanggung kerugian melalui skema buyback, dan perusahaan leasing mendapati mobil yang kembali nilainya jauh di bawah perkiraan.
Martin Weiss dari DAT mengatakan kepada Autonews Europe bahwa "tidak cukup hanya meluncurkan produk yang bagus."
Merek juga membutuhkan sistem dukungan yang kuat di belakang layar agar pembeli bekas tetap percaya diri di kemudian hari.
Sebagian masalahnya adalah ketidakpastian. Banyak pembeli Eropa ragu apakah beberapa merek China akan bertahan dalam jangka panjang.
Kekhawatiran tentang servis, suku cadang, dan jaringan dealer membuat pembeli bekas berpikir dua kali.
>>> Rata-rata Pinjaman Mobil Baru Naik Rp 35 Juta dalam Setahun
Bukan Hanya EV China yang Terkena Dampak
Namun, bukan hanya merek China yang merasakan tekanan.
Pasar EV Inggris juga menyaksikan penurunan nilai residu secara menyeluruh, sebagian karena masuknya mobil dari China, seperti dilaporkan Financial Times.
Mengutip angka dari Indicata, nilai rata-rata EV berusia tiga tahun di Inggris hanya 38 persen dari harga aslinya, dibandingkan dengan 46 persen di Jerman, Prancis, dan Spanyol.
Update Terbaru
Unit Idol Ho-Kago Palette dari The Angel Next Door Spoils Me Rotten Umumkan Kelulusan
Kamis / 16-07-2026, 18:17 WIB
Napi di Washington Tipu Keluarga Veteran Lewat Panggilan dari Penjara
Kamis / 16-07-2026, 18:16 WIB
Alasan Vietnam Pangkas Bebas Visa bagi WNI Jadi 14 Hari dari 30 Hari
Kamis / 16-07-2026, 18:16 WIB
Sinopsis Quantum of Solace, Bioskop Trans TV 16 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 18:15 WIB
GIGABYTE GAMING A16, Laptop Gaming Buatan India Pertama dengan AMD Ryzen
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
MG Motor India Luncurkan Arsitektur Modular MG ADAPT untuk Kendaraan Energi Baru
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Sensatia Raih Sertifikasi Cruelty Free International, Teguhkan Komitmen Clean Beauty
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Purwoceng Terancam Punah, Varietas Unggul BRIN Jadi Harapan Baru
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
4 Shio yang Diprediksi Menarik Hoki pada 17 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP Pakai NISN dan NIK, Begini Langkah Lengkapnya
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Trump Bertemu Senator Baru Darline Graham di Washington
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Gotham FC Kalahkan Washington Spirit, Sam Kerr Kembali ke Lapangan
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Daewoong-CGBIO Bagikan Strategi Filler HA dan CaHA untuk Dokter Estetika
Kamis / 16-07-2026, 18:11 WIB
Pakar Hukum Soroti Kasus Indodax: Bisa Berujung Pidana
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB







