Mijo Dadic, mantan bek yang pernah menjadi idola di Persiba Balikpapan, menyatakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia. Kini ia telah bertransformasi menjadi pelatih profesional dengan lisensi UEFA Pro.

Pria asal Kroasia itu merasa rindu terhadap atmosfer sepak bola Tanah Air. Ia siap jika ada klub Indonesia yang membutuhkan jasanya sebagai pelatih kepala.

>>> 9 Ide Ternak di Ember Terbaru 2026: Solusi Hemat Pakan di Lahan Sempit

Karier Kepelatihan yang Matang

Dadic memulai karier kepelatihannya pada 2015 saat masih aktif bermain di Liga Kroasia. Ia menangani tim HNK Orijent U-19.

Selama sebelas tahun, ia membangun fondasi kepelatihan dari level bawah. Pengalamannya meliputi direktur akademi hingga memimpin tim seleksi bakat.

Puncak kariernya terjadi tahun lalu saat menjadi bagian staf kepelatihan NHK Rijeka. Tim tersebut berhasil meraih gelar juara Liga Kroasia.

Saat ini, Dadic menjabat sebagai pelatih kepala di kasta kedua Kroasia dan direktur akademi. Namun, panggilan hati untuk kembali ke Indonesia tetap kuat.

Terinspirasi Bojan Hodak

Dadic terus memantau perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai liga saat ini jauh lebih kompetitif dibandingkan era ia bermain.

Kesuksesan Bojan Hodak bersama Persib Bandung menjadi pemicu semangatnya. Keduanya memiliki hubungan profesional yang panjang.

>>> Ironi Negeri Kakao: Terungkap Alasan RI Masih Impor Biji Kakao di 2026

  • Bojan Hodak pernah melatih Dadic di Kelantan FA pada 2012.
  • Di bawah Hodak, Dadic merasakan gelar treble domestik di Malaysia.
  • Dadic memantau kiprah Hodak yang sukses meraih tiga gelar beruntun bersama Persib.
  • Mereka sering berkomunikasi untuk bertukar pikiran tentang taktik.

Dadic mengagumi kemampuan Hodak menjaga stabilitas Persib. Ia yakin pelatih Balkan cocok dengan kultur sepak bola Indonesia.

Nilai Tambah: Kuasai Bahasa dan Budaya Indonesia

Berbekal lisensi UEFA Pro dan portofolio Eropa, Dadic merasa ini momentum ideal. Ia tertantang membawa perspektif baru ke Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai prioritas.

Kelebihan khusus Dadic adalah kemampuannya berbahasa Indonesia dan memahami budaya lokal. Hal ini memudahkan penyampaian taktik kepada pemain.

Indonesia memang bersahabat bagi pelatih Balkan. Sebelum Hodak, ada nama Milomir Seslija, Darije Kalezic, Dejan Antonic, hingga Antun Pogacnik.

Pogacnik membawa Timnas Indonesia ke semifinal Asian Games 1954 dan Olimpiade Melbourne 1956. Keberhasilan para pendahulu menjadi motivasi bagi Dadic.

Kembalinya Mijo Dadic sebagai pelatih layak dinantikan. Akankah ia mengikuti jejak sukses Bojan Hodak?

>>> Toyota Fortuner Generasi Terbaru Siap Debut 2026, Intip Spek yang Banyak Dicari!

Waktu yang akan menjawab.