Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memprioritaskan pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung. Proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas di wilayah Jabodetabek.

Jalan tol sepanjang 32 kilometer ini diharapkan menjadi solusi memperlancar mobilitas masyarakat. Selain itu, jalur bebas hambatan ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi logistik.

>>> BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Resmi dan Tanpa Ribet

Status Terkini Proyek

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proyek ini sedang dalam fase penyusunan perencanaan teknis. Pihaknya menargetkan seluruh proses perencanaan selesai pada akhir tahun 2026.

Progres penyusunan teknis saat ini sudah hampir mencapai 80 persen. Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan agar tahapan awal tuntas sesuai jadwal.

Total nilai investasi pembangunan mencapai Rp12,35 triliun. Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan murni didanai konsorsium tanpa sokongan dana APBN. Masa konsesi pengelolaan jalan tol selama 40 tahun.

Proyek ini dijalankan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras sebagai pemegang konsesi.

Perusahaan ini merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra.

Pangkas Waktu Tempuh dan Detail Konstruksi

Jika proyek beroperasi, waktu tempuh dari Bogor menuju Tangerang diprediksi hanya sekitar 45 menit. Manfaat ini menjadi salah satu yang paling dinanti masyarakat.

>>> IHSG Menguat Tipis, Rupiah Anjlok ke Rp17.800 pada 29 Mei 2026

Jalan tol akan memiliki dua titik pertemuan utama atau junction, yaitu Junction Salabenda dan Junction Serpong. Kedua titik ini berfungsi menghubungkan berbagai ruas tol lainnya.

Berikut daftar simpang susun dan pembagian seksi pembangunan: