Penyusunan menu di atas bertujuan untuk mengombinasikan pakan buatan pabrik dengan bahan alami yang lebih terjangkau.

Hal ini dilakukan agar peternak tetap bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang terlalu tinggi.

1. Pakan Komersial Starter (Voer)

Voer atau pakan pabrikan jenis starter merupakan pilihan paling populer bagi peternak untuk mendukung pertumbuhan pesat ayam di fase awal.

Formulasi nutrisi di dalamnya sudah diatur sedemikian rupa untuk mendukung pembentukan organ dalam dan otot secara maksimal.

Kandungan protein pada voer biasanya sangat tinggi, yakni di atas 20 persen, yang sangat dibutuhkan pada usia 1-3 bulan.

Dengan memberikan voer secara konsisten, asupan gizi ayam akan tetap terjaga sehingga laju pertumbuhan menjadi lebih stabil dan cepat.

2. Jagung Giling

Jagung giling dikenal sebagai sumber energi utama yang sangat baik bagi ayam kampung karena kandungan karbohidratnya yang melimpah.

Energi yang dihasilkan dari jagung memungkinkan ayam tetap aktif bergerak sekaligus mempercepat proses penggemukan.

Selain energi, jagung juga mengandung vitamin A yang baik bagi kesehatan mata dan serat untuk sistem pencernaan.

Namun, sebaiknya porsi jagung giling dalam campuran pakan hanya berkisar 20 persen agar keseimbangan nutrisi tetap terjaga dengan baik.

3. Dedak Padi

Dedak padi atau bekatul merupakan bahan pakan yang sangat familiar bagi peternak di Indonesia karena harganya yang murah.

Bahan ini mengandung karbohidrat sekitar 60 hingga 70 persen yang sangat krusial bagi metabolisme tubuh ayam.

Meskipun serat kasarnya cukup tinggi, dedak padi tetap menjadi komponen penting yang menyusun 30-40 persen dari total ransum.

Pastikan Anda memberikan dedak yang masih segar dan tidak berbau apek untuk menghindari risiko infeksi jamur pada ayam.