PLN EPI Terapkan Nature Based Solutions untuk Dekarbonisasi Pesisir
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menerapkan pendekatan berbasis alam atau nature based solutions untuk memperkuat dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui forum diskusi daring HSSE Talk #4 pada Jumat (22/5) dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026.
>>> Daftar Harga BBM Pertamina dan Swasta 28 Mei 2026
Acara diikuti jajaran manajemen dan insan PLN EPI Group. Perusahaan menegaskan komitmen menjaga pasokan energi sekaligus kelestarian lingkungan pesisir.
Peran Ekosistem Pesisir
Vice President K3KL PLN EPI, Muhammad Aminuddin, menjelaskan ekosistem pesisir berperan penting sebagai penyerap karbon alami.
"PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Namun di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon," ujar Aminuddin.
Kawasan pesisir menjadi solusi krusial bagi target penurunan emisi nasional dan Net Zero Emission Indonesia 2060.
Mangrove serta padang lamun mampu menyerap karbon sepuluh kali lebih efektif dibanding hutan daratan.
Ancaman abrasi, kenaikan muka air laut, dan cuaca ekstrem terus mengintai masyarakat pesisir.
>>> Pertamina Trans Kontinental Pastikan Distribusi Energi Lancar Selama Iduladha
Berdasarkan data CarbonEthics, Indonesia memiliki 3,4 juta hektare kawasan mangrove berkapasitas simpan 3,1 miliar ton CO2.
Namun 40 persen di antaranya terdegradasi dalam tiga dekade terakhir.
Aminuddin memandang industri energi masa depan wajib dijalankan lewat pendekatan yang bertanggung jawab.
"PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi.
Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah," kata Aminuddin.
Dampak Ekonomi dan Proyek Nyata
Senior Business Development Manager CarbonEthics, Farhan Prastiyan, menilai pemulihan ekosistem mendatangkan keuntungan ekonomi bagi warga setempat.
Rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, dan pengelolaan pesisir berkelanjutan dinilai mampu membuka peluang baru berbasis blue economy.
>>> Umat Buddha Rayakan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur Mei 2026
Salah satu wujud nyata adalah proyek rehabilitasi mangrove di Karawang yang dijalankan bersama komunitas lokal. Program tersebut memberikan dampak ekonomi melalui pelatihan, penguatan ekowisata, dan pengembangan UMKM.
Update Terbaru
EA Jadwalkan Maintenance FC Mobile 28 Mei 2026, Hadirkan The World's Game
Jumat / 29-05-2026, 02:00 WIB
Jadwal Playoff MPL PH S17 27-31 Mei 2026 dan Cara Nonton Resmi
Jumat / 29-05-2026, 02:00 WIB
PT Sinar Terang Mandiri Tbk: Aturan Ekspor SDA Belum Berdampak
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Garudayaksa FC Bidik Pratama Arhan dan Witan Sulaeman
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Masa Depan Enzo Fernandez di Chelsea Kini Tak Pasti
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Kemenag: Tempat Kekerasan Seksual di Pekalongan Bukan Pesantren
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Menag Tanggapi Polemik Anggaran APBN untuk Kurban Presiden Prabowo
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Timwas DPR Minta Tambahan Tenaga Medis dan Alat Kesehatan untuk Haji
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Pemerintah Rancang Pagu Transfer ke Daerah 2027 Capai Rp810 Triliun
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Siklon Tropis Tingkatkan Risiko Penularan Hantavirus dan Diabetes
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Dokter: Makan Daging Bukan Penyebab Langsung GERD
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Gedung Putih Disulap Jadi Arena UFC untuk Freedom Fights 250
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Hafizh Rizkianur Catat Clean Sheet pada Debut Bersama Persija Jakarta
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB
5 Fakta Keluarga Lim Ji Yeon, Ternyata Anak Tengah dari Tiga Bersaudara
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB






