Air tanah selama ini dikenal sebagai sumber air bersih bagi manusia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan air yang mengalir di bawah permukaan bumi juga berperan membantu laut menyimpan karbon.

Temuan ini membuka peluang baru bagi air tanah sebagai bagian dari solusi alami menghadapi perubahan iklim.

>>> Foundation Viva Tahan Lama? Ini Penjelasan dan 2 Pilihan Produk Awet

Peran Air Tanah dalam Blue Carbon

Peneliti dari Australian Institute of Marine Science (AIMS) meneliti aliran air tanah dari daratan menuju laut di kawasan Terumbu Ningaloo, Australia Barat.

Air tanah membawa air tawar, nutrien, dan karbon yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Rumput laut dikenal sebagai penyerap karbon alami paling efektif di ekosistem pesisir.

Melalui fotosintesis, rumput laut menyerap CO2 dari udara dan air. Ketika daunnya rontok, material tersebut terkubur di dasar laut dan menyimpan karbon selama ratusan hingga ribuan tahun.

Proses ini disebut blue carbon.

Dr. Kay Davis, salah satu peneliti, menjelaskan timnya memetakan kondisi pesisir Ningaloo untuk mengetahui kandungan nutrien dalam air tanah dan alirannya menuju terumbu karang.

Tim mengambil sampel dari 33 sumber air tanah dan 54 sampel air laut di sekitar terumbu.

Mereka menggunakan radon sebagai penanda alami untuk melacak aliran air tanah yang mencapai laut.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Online via HP, Panduan Lengkap

Data lapangan dipadukan dengan pemodelan komputer untuk memperkirakan besarnya aliran air tanah dalam jangka waktu dan wilayah yang lebih luas.

Hasil awal menunjukkan karakteristik aliran air tanah berbeda di setiap wilayah.

Di utara Ningaloo, air tanah lebih mudah mengalir ke laut dibandingkan selatan yang memiliki lapisan air tanah lebih dalam.