Pemerintah Vietnam resmi memberikan bonus uang tunai dan perpanjangan cuti melahirkan bagi ibu yang melahirkan anak kedua. Kebijakan ini mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026).

Bonus tunai yang diberikan mencapai US$228 atau sekitar Rp4 juta per kelahiran. Angka tersebut setara dua pertiga dari rata-rata gaji bulanan di Vietnam.

>>> Rieke PDIP: Sanksi Partai Tak Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Selain bonus, masa cuti melahirkan diperpanjang dari enam bulan menjadi tujuh bulan. Pemerintah juga menyediakan pemeriksaan kehamilan gratis dan subsidi perawatan bayi baru lahir.

Langkah Atasi Krisis Demografi

Kebijakan ini diambil setelah Vietnam mencabut aturan pembatasan jumlah anak maksimal dua anak per pasangan. Negara komunis itu kini menghadapi risiko menua sebelum menjadi makmur.

Angka kelahiran menurun drastis selama penerapan denda bagi keluarga dengan lebih dari dua anak.

Sementara itu, angka harapan hidup meningkat, menjadikan Vietnam salah satu negara dengan populasi lanjut usia tercepat di dunia.

Kepala Bidang Kependudukan dan Pembangunan UNFPA Vietnam, Pham Ti Lan, menyebut ini sebagai perubahan pendekatan signifikan.

>>> Dipuji Prabowo Soal Kualitas, Kapolri Targetkan Bangun 1.500 SPPG pada 2026

"Kami mulai bergerak dari perencanaan mengontrol keluarga menjadi fokus ke pembangunan populasi," ujarnya.

Para ekonom memperingatkan bahwa tren ini dapat menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan membebani jaring pengaman sosial. Undang-undang kependudukan baru bertujuan memperlambat pergeseran demografis.

Namun, bagi sebagian warga, insentif tersebut dinilai belum cukup. Nguyen Kim Bich (32) mengatakan bonus dan cuti tambahan tidak membuatnya berniat memiliki anak kedua.

"Manfaatnya bagus, tetapi tidak cukup," katanya.

Bich dan suaminya, Lai, menghabiskan hampir setengah dari pendapatan gabungan US$1.000 per bulan untuk membesarkan anak pertama.

>>> Harga Gas Melonjak, Singapura Resmi Naikkan Tarif Listrik

Mereka tinggal di rumah kecil bersama orang tua suami.