Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menargetkan peluncuran tiga misi tanpa awak ke Bulan mulai akhir tahun ini.

Langkah ini menjadi fondasi pembangunan pangkalan luar angkasa permanen pertama manusia.

>>> BNI Salurkan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Rencana tersebut diumumkan dalam konferensi pers pada Selasa (26/5). Proyek ini diproyeksikan menjadi jembatan bagi misi berawak menuju Mars di masa depan.

"Amerika kembali lagi ke Bulan, dan kali ini untuk menetap," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman.

Pangkalan akan dibangun di dekat Kutub Selatan Bulan dan direncanakan terus berkembang hingga mencakup area ratusan mil persegi.

Kawasan tersebut dirancang menyerupai wilayah perkotaan di luar angkasa.

"Pangkalan Bulan ini akan menjadi pos terdepan pertama bagi Amerika dan umat manusia di dunia samawi lain," kata Isaacman.

Tiga Misi Awal

Fase pertama melibatkan tiga misi awal yang dipersiapkan NASA.

Misi Moon Base I dijadwalkan meluncur paling cepat musim gugur 2026 untuk mempelajari interaksi pendorong roket dengan permukaan Bulan.

Misi Moon Base II dan Moon Base III juga ditargetkan meluncur tahun ini. Keduanya akan mengirimkan wahana penjelajah serta meneliti ketahanan material.

NASA bekerja sama dengan Blue Origin milik Jeff Bezos melalui kontrak senilai US$468 juta. Misi pertama akan menggunakan pendarat Blue Moon Mark 1 Endurance.

"Setiap misi, baik berawak maupun tanpa awak, akan menjadi kesempatan belajar," kata Isaacman.

Ia menambahkan bahwa misi tersebut bertujuan membangun infrastruktur untuk menetap dan menguasai keterampilan hidup di lingkungan Bulan yang ekstrem.

>>> Pertamina Luncurkan Tugu PertaLibs untuk Tingkatkan Literasi Pekerja

Target Jangka Panjang

Melalui media sosial X, Isaacman menegaskan esensi jangka panjang program ini.