CEO KADOKAWA, Takeshi Natsuno, menyatakan bahwa terlalu banyak perusahaan anime dan penerbitan membuat industri anime kurang menguntungkan. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara pada April 2026.

Natsuno juga mengeluhkan bahwa meskipun KADOKAWA termasuk dalam "Big Four" penerbit buku (Shogakukan, Shueisha, Kodansha, KADOKAWA), pangsa pasar mereka hanya 20% untuk buku baru.

>>> Fullmetal Alchemist: Brotherhood x Bibisama Rayakan 10 Tahun dengan Koleksi Baru

Sisanya 80% dikuasai oleh penerbit lain.

Kritik terhadap Banyaknya Perusahaan Baru

Natsuno mengatakan bahwa fokus hanya pada gaji animator justru picik. Menurutnya, masalah utama adalah terlalu banyak perusahaan yang bermunculan.

Ia menambahkan bahwa di industri anime, banyak presiden, eksekutif, dan staf penjualan yang membentuk perusahaan produksi kecil, bukan kreator.

Natsuno menyarankan perlunya grup perusahaan untuk menyerap staf tersebut.

Dia bercanda bahwa hal itu akan membuat presiden perusahaan kecil menghilang, lalu mengoreksi diri dengan mengatakan mereka tetap ada tetapi tidak diperlukan.

Natsuno menegaskan bahwa dengan banyaknya pemain baru, anime menjadi tidak menguntungkan.

Contoh Konsolidasi di Industri Game

Natsuno mencontohkan konsolidasi di industri game seperti Square Enix, Koei Tecmo, dan Sega Sammy sebagai kisah sukses.

Ia berpendapat bahwa menyatukan back office beberapa perusahaan akan memungkinkan kreator fokus berkarya.

Ia juga menyebut Electronic Arts (EA) di Amerika Serikat sebagai contoh.

Menteri LDP Kimi Onoda, yang membidangi kekayaan intelektual dan inisiatif Cool Japan, menanggapi bahwa ia bekerja di perusahaan game kecil yang memungkinkan generasi muda menghadirkan ide eksperimental.

Ia menekankan kekuatan konten Jepang adalah keberagamannya.

Natsuno mengatakan perusahaan-perusahaan itu tetap ada, tetapi di bawah struktur grup, seperti KADOKAWA yang memiliki 7 studio setelah akuisisi Chiptune tahun lalu.