Kaspersky juga menemukan kelompok usia lanjut menjadi yang paling rentan terhadap ancaman siber.

Secara global, sekitar 21 persen responden berusia di atas 55 tahun tidak mengambil tindakan keamanan apa pun untuk melindungi keluarga mereka di dunia digital.

Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova, mengatakan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital membuat risiko serangan siber ikut meningkat.

"Semakin kita terhubung, mengobrol, berbagi momen, semakin dalam kita terperangkap dalam jaringan gawai dan layanan daring," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2026).

Setiap perangkat baru, menurutnya, setiap jam tambahan online, memperluas area permukaan tempat pelaku kejahatan siber dapat menyerang.

Ia menegaskan bahwa seluruh anggota keluarga kini membutuhkan perlindungan digital yang menyeluruh, mulai dari smartphone hingga komputer pribadi.

"Tidak setiap generasi dapat beradaptasi atas perubahan ini dengan mudah.

Itulah mengapa perlindungan komprehensif untuk semua anggota keluarga sangat penting, setiap keluarga membutuhkan pendekatan keamanan multi-perangkat yang terintegrasi untuk memastikan lingkungan online bersama yang aman," jelasnya.

Kaspersky menilai, edukasi keamanan digital dalam keluarga kini menjadi kebutuhan mendesak.

>>> Astronom Temukan Sisa Galaksi Purba Loki di Bimasakti

Hal ini krusial terutama di tengah meningkatnya ancaman phishing, pencurian data pribadi, hingga malware yang menyasar perangkat mobile maupun PC.