Strategi baru berbasis kecerdasan buatan atau AI hybrid kini menjadi landasan utama bagi Lenovo dalam mengarungi kompetisi di era digital.

Langkah ini menandai pergeseran fokus perusahaan yang awalnya dikenal sebagai produsen perangkat keras tradisional menjadi penyedia ekosistem AI terintegrasi penuh.

>>> Segmen Rusia ISS Kembali Bocor, Kekhawatiran Keselamatan Meningkat

Pendekatan terpadu ini menghubungkan AI pada perangkat personal, komputasi edge, hingga pusat data cloud untuk menjamin keamanan privasi, kecepatan pemrosesan, serta efisiensi biaya bagi korporasi.

Tiga Pilar Utama AI Hybrid

Model bisnis yang diusung Lenovo bertumpu pada konsep pocket to cloud atau penyediaan AI full-stack.

Integrasi antara AI personal pada gawai, AI korporasi, serta cloud publik memampukan perusahaan dalam memproteksi data sensitif, menekan biaya operasional, dan menghadirkan analisis data yang cepat.

Sistem ini beroperasi di atas tiga pilar utama: Smart Devices, Smart Infrastructure, serta Solution and Services.

Pilar Smart Devices berfokus pada pengembangan komputer dan ponsel pintar yang terintegrasi dengan AI.

Lenovo membenamkan Neural Processing Unit (NPU) pada lini laptop andalannya seperti seri ThinkPad dan Yoga.

Kehadiran NPU mempermudah pengguna menyelesaikan pekerjaan berbasis AI secara langsung di perangkat tanpa perlu koneksi internet.

Penerapan teknologi ini juga menyasar lini smartphone Motorola, termasuk varian Motorola Edge 60 Pro dan Motorola Edge 60 Fusion yang membawa fitur Moto AI.

Fitur Moto AI berfungsi sebagai asisten pintar untuk produktivitas dan pembuatan konten harian tanpa mengirim data ke cloud publik.

Pada aspek Smart Infrastructure, Lenovo berkolaborasi dengan NVIDIA dan AMD untuk menghadirkan server skala rak yang hemat energi untuk pelatihan AI.