Setelah itu, saya harus kembali. Saya hanya realistis," ucapnya.

>>> Catania Kalahkan Ascoli Lewat Gol Tunggal Caturano di Semifinal Playoff

Penyerang yang menjalani debut internasional pada Oktober 2025 ini mengaku menyukai tekanan. Ia menikmati saat orang-orang menganggap kariernya sudah meredup.

"Ketika tidak ada operasi, saya tahu saya harus kembali lebih awal di kepala saya dan bekerja keras. Ada striker baru, jadi ada persaingan.

Ini hanya sepak bola. Saya suka tekanan.

Saya suka orang-orang berpikir ini sudah selesai padahal belum," tegas Mateta.

Kerja keras tersebut terbayar dengan performa impresif di level klub. Federasi sepak bola Prancis pun memanggilnya.

"Ini berarti banyak hal," ungkap Mateta.

Kesempatan berlaga di Piala Dunia diakui sang pemain sebagai perwujudan mimpi masa kecilnya. "Saya tidak punya kata-kata.

Ini adalah mimpi. Semua orang bermimpi bermain di Piala Dunia dan mereka memanggil saya.

Saya berharap kami pergi ke sana untuk menang," tuturnya.

Mateta merasa sangat emosional dan tidak percaya bisa menembus tim nasional setelah melewati berbagai tantangan berat. Ia menegaskan target tinggi untuk membawa Prancis memenangkan turnamen tersebut.

Selain mendapat perhatian dari Deschamps, performa konsisten Mateta sejak Maret juga membuahkan pujian dari legenda Prancis Thierry Henry.

"Saya sangat bangga. Setelah semua hal ini, saya mendapat panggilan untuk Prancis – tim nasional terbaik di dunia.

Ini sangat berarti bagi saya. Saya tidak akan berhenti bekerja keras," ucap Mateta.

>>> Jean-Philippe Mateta Isyaratkan Hengkang dari Crystal Palace

Situasi Mateta saat ini juga terus dipantau oleh Nottingham Forest. Crystal Palace siap mengevaluasi tawaran karena memiliki opsi mempermanenkan striker pinjaman Evan Guessand.