Umat Islam disunnahkan mengumandangkan takbir Idul Adha selama lima hari berturut-turut. Ibadah ini dimulai sejak Subuh pada 9 Dzulhijjah dan berakhir hingga Asar tanggal 13 Dzulhijjah.

Pelaksanaan takbir Idul Adha 1447 H berlangsung pada 26 hingga 30 Mei 2026. Lantunan takbir dianjurkan untuk dibaca setiap selesai menunaikan salat fardu maupun dalam berbagai kesempatan lainnya.

>>> Indonesia Ekspor 100 Ton Jagung Bengkayang ke Malaysia

Takbir Idul Adha memiliki durasi pelaksanaan yang lebih panjang dibandingkan dengan Idul Fitri. Hal tersebut berfungsi sebagai bentuk syiar sekaligus pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan Takbir Idul Adha

Penjelasan dalam kitab fikih mazhab Syafi'i menyebutkan bahwa takbir Idul Adha berawal dari Subuh Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah.

Amalan sunnah yang sangat dianjurkan ini terus berlanjut sepanjang hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah.

Ketentuan durasi lima hari ini bersumber dari riwayat yang menyatakan Rasulullah SAW bertakbir sejak Subuh 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah.

Tanggal 13 Dzulhijjah sendiri merupakan hari Tasyrik yang terakhir.

Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, Hari Arafah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Oleh karena itu, takbiran dimulai sejak Selasa setelah salat Subuh.

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Selanjutnya, rangkaian hari Tasyrik berlangsung dari Kamis, 28 Mei 2026 sebagai hari pertama, hingga Sabtu, 30 Mei 2026 sebagai hari ketiga.

Anjuran memperbanyak takbir ini dapat diamalkan secara berjamaah di masjid maupun dibaca sendiri dalam aktivitas harian.

Kumandang takbir menjadi ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.