Dalam aspek taktik, pengelolaan stres akibat kekalahan dan respek terhadap tim lawan selalu ditekankan. "Saya mencoba melepaskan tekanan dan menjaga kekalahan dalam perspektif.

Anda dapat melakukan hampir semua hal dengan benar dan tetap kalah di level ini," paparnya.

Ia menekankan nilai-nilai profesionalisme dan kebersamaan.

"Para pemain harus tetap tenang, bertanggung jawab, profesional, mendorong diri sendiri, dan penuh hormat, menunjukkan semangat tim dan kemurahan hati," jelas De la Fuente.

Misi Mengembalikan Kebanggaan

Misi besar pelatih berusia 64 tahun ini adalah mengembalikan rasa bangga masyarakat Spanyol terhadap tim nasional melalui pendekatan humanis.

Ia berharap generasi baru ini dapat menginspirasi seperti era Vicente del Bosque.

"Saya pikir kami telah memenangkan hati generasi muda yang selama bertahun-tahun kehilangan rasa bangga terhadap tim nasional.

Mengamankan gelar pertama kami sejak 2012 telah memungkinkan kami terhubung kembali dengan para penggemar," ungkapnya.

"Saya ingin kami diingat seperti tim yang dilatih oleh idola saya Vicente del Bosque: sebagai generasi pesepak bola yang memahami apa artinya menjadi manusia," tegas De la Fuente.

Komitmen penuh dan usaha keras menjadi tuntutan utama tim pelatih.

"Bermain di setiap pertandingan seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir kami, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk kehormatan tertinggi.

Satu-satunya yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan datang dengan sendirinya," pungkasnya.

>>> Jadwal Kapal Pelni Surabaya Baubau 25 Mei hingga 4 Juni 2026

Timnas Spanyol dijadwalkan memulai perjuangan di babak grup Piala Dunia 2026 melawan Cabo Verde di Atlanta.