"Hubungan saya dengan sekitar 90% skuad saat ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Saya bahkan sudah mengenal beberapa dari mereka sejak berusia sepuluh atau 12 tahun," ungkap De la Fuente.

Ia menambahkan bahwa hal ini melampaui hubungan normal antara pemain dan pelatih. "Kepercayaan dan pemahaman dalam kelompok memberi kami keyakinan untuk mendorong diri sejauh yang kami bisa.

Ini sangat menenangkan," jelasnya.

Perhatian khusus diberikan kepada penyerang muda Lamine Yamal yang berusia 18 tahun. Pembinaan difokuskan pada kedewasaan mental agar ia tetap membumi dan berkembang seimbang.

"Dia melakukan debut bersama kami di usia 16 tahun. Kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola dan nilai-nilai yang harus dimiliki dalam sepak bola dan kehidupan.

Keduanya harus berjalan beriringan," kata De la Fuente.

Ia menilai Yamal lapar untuk tumbuh dan menetapkan standar tinggi untuk dirinya sendiri. "Kesediaan untuk belajar berarti dia sangat terbuka menerima nasihat.

>>> Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Awet dan Higienis

Itu adalah resep sukses selama bebas dari cedera," tambahnya.

Persaingan Ketat di Piala Dunia

Terkait peta persaingan, De la Fuente melihat kekuatan para kontestan kini jauh lebih merata. Ia meminta pemainnya tidak terbebani oleh status sebagai salah satu tim unggulan.

"Ada persaingan yang sangat kuat dari para kontestan, tidak seperti apa pun yang saya ingat dari Piala Dunia baru-baru ini.

Ada beberapa tim top yang semuanya memiliki pola pikir untuk menjadi juara," ujarnya.

"Itu tidak boleh membebani kami. Kerja keras dan performa tim yang hebat telah membawa kami sejauh ini.

Semuanya berakar dari pendekatan yang telah kami lakukan," tambah De la Fuente.