Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengangkat Pham Nhat Quan Anh sebagai ketua dewan direksi atau chairman yang baru.

Keputusan ini berlaku sejak Sabtu (23/5/2026).

>>> PT Mobil Anak Bangsa Siapkan Pabrik Baru di Pandaan untuk Truk Listrik

Pham Nhat Quan Anh adalah anak sulung dari orang terkaya di Vietnam. Ia menggantikan Le Thi Thu Thuy yang kini kembali fokus sebagai vice chairwoman di Vingroup.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah tekanan keuangan yang besar. VinFast mencatatkan kerugian sekitar 3,9 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Restrukturisasi dan Ekspansi Global

Perusahaan saat ini menjalankan restrukturisasi korporasi dengan beralih ke model bisnis "asset-light". VinFast juga menjual fasilitas manufaktur domestiknya di Vietnam senilai 530 juta dolar AS.

Transaksi ini melibatkan investor yang memiliki hubungan dekat dengan induk usaha, Vingroup. Hal ini memicu sorotan dari para analis terkait tata kelola perusahaan.

>>> Harga Kijang Innova Reborn Diesel Bekas Masih Tinggi Tembus Rp 300 Jutaan

"Saya merasa terhormat mengemban peran sebagai Chairman of the Board VinFast," ujar Pham Nhat Quan Anh dalam pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa fokus perusahaan tetap pada prioritas strategis jangka panjang, inovasi, serta penguatan operasi global.

Analis otomotif dari YCP, Mehdi Jaouadi, mempertanyakan alasan pemilihan entitas tersebut. "Dari perspektif strategis dan finansial, langkah ini masuk akal.

Namun dari perspektif tata kelola, keputusan ini memiliki sejumlah tanda bahaya," katanya kepada Reuters.

>>> Mobil Balap Paul Newman Dipamerkan Roush Setelah 30 Tahun di Museum

Meski demikian, VinFast tetap melanjutkan agenda ekspansi internasional. Perusahaan mempertahankan fasilitas perakitan di Indonesia dan India.