Umat Islam dianjurkan menunaikan salat Idul Adha secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Ibadah ini menjadi salah satu momen besar yang dipenuhi amalan mulia.

Hukum melaksanakan salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah. Artinya, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

>>> Victorinox Buka Pop Up Store Experience Hub di Kota Kasablanka Jakarta

Penjelasan ini dikutip dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, salat Idul Adha juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Kebersamaan antar sesama muslim semakin kuat melalui momen ini.

Waktu Pelaksanaan

Salat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak. Waktunya berlangsung hingga sebelum masuk waktu Zuhur.

Ibadah ini dianjurkan ditunaikan lebih awal. Tujuannya agar umat Islam memiliki waktu lebih panjang untuk penyembelihan hewan kurban setelah salat.

Bacaan Niat Salat Idul Adha

Jamaah dianjurkan melafalkan niat di dalam hati sebelum memulai salat. Niat disesuaikan dengan posisi sebagai imam atau makmum.

Berikut bacaan niat untuk makmum: Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala. Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."

Berikut bacaan niat untuk imam: Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala. Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Pelaksanaan

Salat Idul Adha dikerjakan dua rakaat. Pembeda utamanya adalah takbir tambahan pada masing-masing rakaat.

Rakaat Pertama

Salat diawali dengan membaca niat, takbiratul ihram, lalu doa iftitah. Pada rakaat ini, jamaah disunnahkan melafalkan tujuh kali takbir tambahan.

Di antara takbir, dianjurkan membaca dzikir: Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar. Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."